Jumat, 27 Februari 2009

KENYATAAN YANG DIABAIKAN DALAM PENDEKATAN STRUKTURAL FUNGSIONAL

1.Setiap STRUKTUR SOSIAL mengandung KONFLIK dan KONTRADIKSI yang bersifat internal dan menjadi PENYEBAB PERUBAHAN
2.REAKSI suatu SISTEM SOSIAL terhadap PERUBAHAN yang datang dari luar (extra systemic change) tidak selalu bersifat Adjustive/tampak
3.Suatu SISTEM SOSIAL dalam waktu yang panjang dapat mengalami KONFLIK SOSIAL yang bersifat VISIOUS CIRCLE
4.Perubahan-perubahan sosial tidak selalu terjadi secara GRADUAL melalui penyesuaian, tetapi juga dapat terjadi secara REVOLUSIONER
AKIBAT HETEROGENITAS MASYARAKAT

Masyarakat menjadi RAWAN KONFLIK TEORI KONFLIK DIALEKTIKA

MEMANDANG BAHWA PERUBAHAN SOSIAL TIDAK TERJADI MELALUI PROSES PENYESUAIAN NILAI-NILAI YANG MEMBAWA PERUBAHAN, TETAPI TERJADI AKIBAT ADANYA KONFLIK YANG MENGHASILKAN KOMPROMI-KOMPROMI YANG BERBEDA DENGAN KONDISI SEMULA
Tokoh: DAHRENDORF

ASUMSI DASAR TEORI KONFLIK DIALEKTIKA

1.PERUBAHAN SOSIAL merupakan gejala yang melekat di setiap masyarakat
2.KONFLIK dalah gejala yang melekat pada setiap masyarakat
3.SETIAP UNSUR didalam suatu masyarakat memberikan sumbangan bagi terjadinya DISINTEGRASI dan PERUBAHAN-PERUBAHAN SOSIAL
4.Setiap masyarakat terintegrasi diatas PENGUASAAN atau DOMINASI oleh sejumlah orang atas sejumlah orang-orang yang lain
Menurut penganut teori KONFLIK:
KONFLIK TIDAK BISA DILENYAPKAN, TETAPI HANYA BISA DI KENDALIKAN
AGAR KONFLIK LATENT TIDAK MENJADI MANIFEST DALAM BENTUK VIOLENCE/KEKERASAN

BENTUK PENGENDALIAN KONFLIK

1.KONSILIASI (CONCILIATION)
2.MEDIASI
3.(MEDIATION)
4.PERWASITAN
5.(ARBITRATION)

KONSILIASI (CONCILIATION)

TERWUJUD MELALUI LEMBAGA-LEMBAGA TERTENTU YANG MEMUNGKINKAN TUMBUHNYA POLA DISKUSI DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN DIANTARA FIHAK-FIHAK YANG BERKONFLIK
Dilakukan dengan cara-cara damai

LEMBAGA-LEMBAGA berfungsi EFFEKTIF jika:

1.Bersifat OTONOM dengan WEWENANG untuk MENGAMBIL KEPUTUSAN tanpa CAMPUR TANGAN fihak lain
2.Kedudukan lembaga tersebut dalam masyarakt bersifat MONOPOLISTIS (hanya lembaga tersebut yang berfungsi demikian)
3.Peran lembaga harus mampu MENGIKAT KELOMPOK KEPENTINGAN yang BERLAWANAN. Termasuk KEPUTUSAN-KEPUTUSAN yang di HASILKAN
4.Harus bersifat DEMOKRATIS

PRASYARAT KELOMPOK KEPENTINGAN UNTUK KONSILIASI

1.Masing-masing kelompok SADAR sedang BERKONFLIK
2.Kelompok-kelompok yang berkonflik TERORGANISIR secara JELAS
3.Setiap kelompok yang berkonflik harus PATUH pada RULE OF THE GAMES