48 Sekolah Dasar di Boyolali Dikabarkan Dipadukan, Ini Penyebabnya

Ants, BOYOLALI - Kurang lebih 48 Sekolah Dasar Negeri di Kabupaten Boyolali akan dipadukan atau mengikuti kebijakan pengelompokan kembali.

Berdasarkan data yang tersedia, penyebab utama dilakukannya regrouping adalah jumlah peserta didik yang terbatas.

Selanjutnya, pelaksanaan perombakan struktur diharapkan telah tercapai sebelum masa ajaran 2026/2027.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali tengah menyempurnakan rencana regrouping atau penggabungan Sekolah Dasar Negeri yang memiliki jumlah murid terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan dan Budaya Kabupaten Boyolali, Dwi Hari Kuncoro menyampaikan bahwa saat ini proses regrouping sedang berada pada tahapan penyosialisan serta pendataan sekolah-sekolah yang memenuhi syarat untuk digabungkan.

Menurutnya, pemilihan sekolah yang akan dikelompokkan ditetapkan berdasarkan tiga aspek utama. Banyaknya peserta didik, keadaan fasilitas dan infrastruktur, serta lokasi geografis sekolah.

Setelah kegiatan sosialisasi tersebut, kami melaksanakan pengenalan dengan mempertimbangkan jumlah murid, fasilitas serta kondisi geografisnya.

Kami telah melakukan sosialisasi kepada berbagai sekolah." "Penyuluhan sudah kami sampaikan ke beberapa sekolah." "Sosialisasi dilaksanakan oleh kami di lingkungan sekolah." "Kami memberikan informasi mengenai hal ini kepada para guru dan siswa di sekolah-sekolah." "Telah kami lakukan penyebarkan pemahaman tentang topik tersebut ke berbagai institusi pendidikan.

"Banyak kegiatan dilakukan di level kelurahan, dan beberapa lainnya bersifat menyeluruh," ujar Kuncoro, Jumat (12/6/2026).

Ia menyampaikan bahwa sosialisasi bagi sekolah-sekolah yang akan dipadukan dilaksanakan secara bersama pada tingkat kewedanan.

Sekarang, proses pengelompokan kembali sedang dalam tahap penyiapan saran yang akan disampaikan kepada Bupati Boyolali.

Setelah adanya rekomendasi yang dirilis, Dinas Pendidikan dan Budaya akan membuat surat keputusan (SK) sebagai landasan dalam melaksanakan pengelompokan ulang.

"Saat ini proses sudah mencapai tahapan rekomendasi Bupati. Selanjutnya kami akan menyusun SK, dan pelaksanaan regrouping diperkirakan akan dilakukan pada akhir bulan ini," katanya.

Di tahap awal, Dinas Pendidikan dan Budaya berencana menggabungkan 48 sekolah dasar negeri.

Sebanyak 24 sekolah akan tercipta setelah proses pengelompokan kembali selesai dilaksanakan.

"Ada kemungkinan sekitar 48 sekolah yang dilebur. Dari 48 sekolah tersebut berkurang menjadi 24 sekolah," katanya.

Kuncoro menyatakan bahwa regrouping tidak dilaksanakan berdasarkan perintah untuk menghentikan operasional sekolah tertentu.

Menurutnya, kebanyakan sekolah yang termasuk dalam rencana regrouping memang telah berhenti menerima siswa baru akibat sedikitnya jumlah calon peserta didik.

"Tetapi sebagian besar sekolah yang dijadwalkan dikelompokkan memang telah tutup pendaftarannya," katanya.

Ia menyampaikan bahwa tidak seluruh kecamatan di Boyolali termasuk dalam tahap awal proses pemekaran tersebut.

Tidak seluruh kecamatan tersedia. Ini hanya tahap awal saja.

"Kemudian setelah ini mungkin akan ada langkah selanjutnya yang dapat diterapkan secara merata dengan mempertimbangkan jumlah siswa, fasilitas pendukung, serta lokasi geografis," tutupnya. (*)

Sumber TribunSolo.com

Posting Komentar

0 Komentar