Ringkasan Berita: * SMK Negeri 1 Pangandaran saat ini memiliki status sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung), dan menjadi salah satu sekolah vokasi terkemuka di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Laporan Kontributor AntsPangandaran, Padna
Ants, PANGANDARAN - SMK Negeri 1 Pangandaran saat ini memiliki status sebagai Sekolah Manusia Unggul (Maung), dan telah menjadi salah satu sekolah vokasi terkemuka di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Sekolah ini menyediakan beberapa jurusan yang meliputi Nautika Kapal Penangkap Ikan (NKPI), Teknik Kapal Penangkap Ikan (TKPI), dan Agribisnis Pemrosesan Produk Perikanan (APHPi).
Selanjutnya, Ilmu dan Teknologi Perangkat Lunak (ITP), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi.
Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Pangandaran, Oo Kosidin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dilakukan dari tanggal 25 sampai 29 Mei 2026 telah menentukan jumlah maksimal siswa baru sebanyak 448 orang.
Menurutnya, angka tersebut dibagi menjadi 14 kelompok pembelajaran (rombel) dari tujuh bidang studi yang ada.
"Pada SPMB yang berlangsung pada 25 hingga 29 Mei, sekolah kami menerima 448 siswa untuk 14 kelas. Tiap kelas hanya mengakui maksimal 32 siswa," kata Oo kepada para jurnalis di sekolahnya, Jumat (11/6/2026), pagi hari.
Namun begitu, penyelenggaraan penerimaan siswa baru tahun ini menghadapi tantangan terkait calon peserta didik yang datang dari luar Provinsi Jawa Barat, khususnya daerah Jawa Tengah.
Sebelumnya, jumlah besar peserta didik dari Jawa Tengah telah mendaftar di SMKN 1 Pangandaran, khususnya untuk program keahlian maritim yang merupakan salah satu program andalan sekolah tersebut.
"Ini menjadi kendala di sekolah kami karena sebelumnya cukup banyak calon siswa dari Jawa Tengah yang mendaftar pada jurusan program kelautan," ujarnya.
Berdasarkan aturan yang berlaku sekarang, posisi Sekolah Maung ditujukan khusus untuk masyarakat Jawa Barat. Oleh karena itu, siswa baru yang berasal dari luar provinsi kemungkinan besar akan sulit diterima apabila peraturan tersebut sepenuhnya dijalankan.
Namun demikian, pihak sekolah masih memperbolehkan siswa potensial yang berasal dari luar Jawa Barat mendaftar sambil menantikan keputusan lebih lanjut dari pemerintah.
"Meskipun mereka bisa mengajukan pendaftaran, namun jika pada akhirnya ternyata tidak diizinkan, mereka perlu memahami bahwa dari awal telah disampaikan informasi bahwa Sekolah Maung hanya ditujukan untuk penduduk Jawa Barat," kata Oo.
Berdasarkan penjelasan Oo, siswa yang gagal diterima di SMKN 1 Pangandaran tetap bisa melanjutkan studinya ke sekolah negeri lain asalkan memenuhi aturan yang berlaku.
Dia berharap, status SMKN 1 Pangandaran sebagai Sekolah Maung bisa menjadi kesempatan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran serta layanan terhadap siswa.
Semoga dengan menjadikan SMKN 1 Pangandaran sebagai Sekolah Maung, mutu pendidikan akan lebih baik lagi. Tidak hanya mampu menciptakan individu yang hebat, tetapi juga unggul dalam layanan serta sistem pembelajarannya," katanya.(*).
0 Komentar