News Perhatikan beberapa fakta menarik tentang Sumatera Barat yang dikumpulkan dalam Populer Sumbar setelah ditayangkan selama 24 jam terakhir.
Pertama, Polda Sumbar melaporkan peningkatan jumlah tindak pidana sebesar 1 persen selama tahun 2025 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 2024.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanto menyampaikan bahwa total kejadian kriminalitas pada tahun 2025 mencapai 13.194 perkara, naik dari angka tahun 2024 yang tercatat sebesar 13.099 laporan.
Berikut adalah beberapa variasi dari kalimat tersebut: 1. Selanjutnya, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat menyatakan bahwa semua jalur mendaki ke Gunung Marapi saat ini masih tertutup dan tidak ada informasi terkait rencana pembukaannya. 2. Diketahui pula oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat bahwa seluruh rute pendakian di Gunung Marapi tetap dalam kondisi tutup dan belum ada pengumuman mengenai tanggal dibukanya kembali jalur tersebut. 3. Menurut pernyataan resmi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat, sampai sekarang seluruh jalur untuk menuju Gunung Marapi masih dilarang masuk serta belum ada penjadwalan yang pasti tentang pembukaannya. 4. Hingga saat ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat memastikan bahwa semua jalur pendakian gunung marapi masih sementara waktu ditutup tanpa adanya rencana pembukaan lebih lanjut. 5. Pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sumatera Barat menjelaskan bahwa hingga hari ini, keseluruhan jalur pendakian pada Gunung Marapi masih dalam status tertutup dengan belum ada jadwal pelaksanaan pembukaan.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Lugi Hartanto mengemukakan bahwa penutupan atau pembukaan Gunung Marapi akan diumumkan setelah status keaktifan vulkaniknya dinilai aman oleh otoritas yang berkompeten.
Pada akhirnya, akses menuju Jam Gadang dilarang untuk kendaraan pada malam perayaan Tahun Baru 2026.
Polisi Lalu Lintas Polresta Bukittinggi melakukan penataan lalu lintas guna mengendalikan pergerakan kendaraan di area pusat kota yang diperkirakan ramai dikunjungi warga.
Pelajari lebih lanjut informasi di bawah ini:
1. Tingkat kejahatan di Sumatera Barat meningkat sebesar 1 persen selama tahun 2025, dengan total 11.138 kasus berhasil diselesaikan 2. Peningkatan angka kriminalitas tercatat sebesar 1% pada wilayah Sumatra Barat dalam kurun waktu 2025, dan telah ada 11.138 perkara yang terselesaikan 3. Data menunjukkan peningkatan jumlah tindak pidana sebesar 1% di Provinsi Sumbar sepanjang 2025, sementara 11.138 kasus sudah ditangani secara lengkap 4. Jumlah kejadian kriminal di daerah Sumatera Barat naik 1% sejak awal hingga akhir tahun 2025, dengan 11.138 laporan berhasil diproses 5. Selama periode 2025, tingkat kejahatan di Wilayah Sumbar mengalami pertumbuhan sebanyak 1%, serta 11.138 perkaranya berakhir dengan penyelesaian
Badan Kepolisian Provinsi Sumatera Barat (Polda Sumbar) melaporkan peningkatan jumlah tindak pidana sebesar 1 persen selama tahun 2025 jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 2024.
Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanto menyampaikan bahwa total peristiwa kriminalitas pada tahun 2025 mencapai 13.194 laporan, naik dari angka tahun 2024 yang sebesar 13.099 perkara.
Ia menyampaikan hal tersebut dalam laporan akhir tahun Polda Sumbar 2025 yang dilaksanakan di Markas Polda Sumbar, hari Rabu (31/12/2025).
"Pada tahun 2025, terdapat 13.194 laporan kejahatan, sedangkan di tahun 2024 ada sebanyak 13.099 kasus. Oleh karena itu, mengalami peningkatan sekitar 1 persen," ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta kepada para jurnalis.
Walaupun jumlah tindak pidana meningkat, Kepala Polisi Daerah mengatakan tingkat penyelesaian kasus justru mengalami pertumbuhan yang sangat mencolok.
Pada seluruh tahun 2025, total kasus yang telah terselesaikan berjumlah 11.138 perkara, meningkat dari angka pada tahun sebelumnya yaitu 10.210 perkara.
"Berarti penyelesaian kasus meningkat sebesar 9 persen," katanya.
Pengurangan Angka Kecelakaan di Sumatera Barat Jumlah Kejadian Kecelakaan di Wilayah Sumbar Menurun Penurunan Tingkat Kecelakaan di Provinsi Sumatra Barat Data Kecelakaan di Sumbar Mengalami Penurunan Kemacetan dan Kecelakaan di Sumbar Berkurang Tingkat Kecelakaan di Daerah Sumatera Barat Berkurang Laporan Terbaru: Jumlah Kecelakaan di Sumbar Menurun Perkembangan Terkini: Pengurangan Angka Kecelakaan di Sumbar Keamanan Lalu Lintas di Sumbar Membaik dengan Penurunan Kecelakaan Banyaknya Perubahan yang Memicu Penurunan Angka Kecelakaan di Sumbar
Di tengah meningkatnya tingkat kriminalitas, jumlah kecelakaan lalu lintas di Sumatera Barat malahan menunjukkan pengurangan.
Selama tahun 2025 dilaporkan ada sebanyak 3.109 insiden kecelakaan, mengalami penurunan dari jumlah pada tahun 2024 yang berjumlah 3.397 kasus.
"Artinya terdapat pengurangan sekitar 8,48 persen," katanya.
Selain itu, tingkat kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas juga menunjukkan penurunan.
Selama tahun 2025, angka kematian mencatat sebanyak 449 jiwa, lebih sedikit dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang berjumlah 507 orang.
"Jumlah korban jiwa dari kecelakaan menurun sebanyak 11,44 persen," katanya.
Para korban kecelakaan yang mengalami cedera parah juga mengalami pengurangan yang besar. Tahun 2025, sebanyak 174 orang menderita luka serius, jauh lebih sedikit dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 385 orang.
"Kecelakaan parah menurun sebanyak 54,81 persen," ujarnya.
Di sisi lain, jumlah korban cedera ringan mencapai 5.053 orang, mengalami penurunan kecil dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 5.138 orang.
"Luka ringan juga menunjukkan pengurangan sebesar 1,65 persen," ujar Kapolda.
Tidak hanya menampilkan data tentang kejahatan dan kecelakaan lalu lintas, pada rilisan akhir tahun itu, Polda Sumbar juga memberikan penjelasan mengenai personel polisi yang dipecat tanpa prosedur hormat (PTDH), beserta beberapa pencapaian prestasi selama tahun 2025.
Dimulai dari pemaparan serta penyelesaian beberapa kasus, hingga partisipasi aktif jajaran Polda Sumbar dalam menolong warga yang terkena dampak bencana alam di berbagai wilayah di Sumatera Barat menjelang akhir tahun ini.
2. Kapan Jalur Mendaki Gunung Marapi Diizinkan Digunakan? BKSDA Sumbar Memberikan Penjelasan Mengenai Masa Berlaku Perbatasannya
Masih menjadi tanda tanya bagi para pendaki maupun pengunjung, kapan Gunung Marapi akan kembali dibuka. Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatra Barat menyampaikan bahwa semua jalur mendaki ke Gunung Marapi saat ini tetap tertutup dan belum ada informasi terkait tanggal pembukaannya.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Lugi Hartanto mengemukakan bahwa keputusan untuk membuka Gunung Marapi akan diambil setelah tingkat aktivitas vulkaniknya dinilai aman oleh otoritas terkait. Sampai saat ini, Gunung Marapi tetap dalam Status Level II yang merupakan level Waspadah.
Berdasarkan pernyataan Lugi, pembukaan Gunung Marapi akan ditentukan oleh menurunnya tingkat kegiatan erupsinya. Kegiatan vulkanik saat ini masih bersifat tidak stabil dan letusan tetap terjadi, yang membuatnya membahayakan keselamatan para pendaki maupun pengunjung.
Kantor Pengelola Taman Nasional Kerinci Seblat Provinsi Sumatera Barat masih belum bisa menentukan kapan jalur pendakian akan kembali dilewati. Pembukaan area baru akan dilaksanakan setelah keadaan Gunung Marapi dikategorikan aman oleh instansi terkait dan semua fasilitas serta infrastruktur di wilayah lain dinilai telah siap untuk menjaga keselamatan para pengunjung.
"Pihak kami mengajak masyarakat, komunitas pencinta alam, maupun para pengunjung untuk tidak memaksakan diri dalam mendaki dan patuh terhadap semua aturan yang sudah diberlakukan," ujarnya melalui pernyataan pada hari Rabu (31/12/2025).
Mereka juga mengajukan permohonan bantuan dari pemerintah setempat, petugas keamanan, para kepala desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam menyampaikan pesan tentang penutupan area tersebut kepada masyarakat.
"Kita undang semua pihak agar bekerja sama dalam menjaga keselamatan serta kelangsungan wilayah konservasi. Marilah kita menjadi pendaki yang cerdas dengan patuh pada peraturan dan menempatkan keselamatan sebagai prioritas," tegas Lugi.
Lugi juga menyatakan bahwa setiap pelanggaran terhadap aturan pembatasan wilayah akan diberi sanksi sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.
"Informasi resmi mengenai perkembangan situasi wilayah serta rencana dibukanya kembali jalur pendakian akan diberitahukan melalui saluran komunikasi resmi Balai KSDA Sumbar," tutupnya.
BKSDA Tutup 3 TWA
Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatra Barat kembali menyampaikan bahwa semua jalur pendakian dan gerbang masuk ke area Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, TWA Gunung Singgalang Tandikat, serta TWA Gunung Sago Malintang tetap tertutup bagi kegiatan pariwisata maupun pendakian dari masyarakat luas sampai dengan masa yang tidak ditetapkan secara pasti.
Penghentian sementara ini diambil sebagai tindakan pencegahan guna menjaga keselamatan serta ketenangan para pengunjung, mengingat situasi cuaca dan kemampuan manajemen area dirasa masih belum siap untuk dikembalikan beroperasi.
Kebijakan ini juga memperkuat larangan terhadap warga yang ingin melakukan kegiatan mendaki tanpa izin di wilayah konservasi itu.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sumatra Barat, Lugi Hartanto, dalam pernyataannya mengungkapkan bahwa penghentian akses jalur pendakian ke wilayah Taman Wajah Alami (TWA) Gunung Marapi dilakukan lantaran gunung berapi ini sampai saat ini tetap berada pada Status Tingkat II (Waspad).
Kegiatan vulkanik Gunung Marapi diketahui tetap tidak stabil dengan seringnya terjadinya letusan, yang dapat membawa risiko terhadap keselamatan para pendaki serta pengunjung.
"Gunung Marapi kini dalam kondisi siaga. Kegiatan letusan tetap sering terjadi sehingga membawa risiko tinggi jika jalur pendakian diizinkan untuk dikunjungi. Oleh sebab itu, keamanan para pengunjung adalah hal yang paling utama bagi kami," ujar Lugi, Selasa (30/12/2025).
Selain aspek kegiatan vulkanik, Balai KSDA Sumbar juga mengambil perhitungan terhadap situasi iklim serta risiko tambahan seperti longsoran benda vulkanik dan uap racun yang bisa timbul kapan saja tanpa bisa ditentukan dengan tepat sebelumnya.
Di sisi lain, terkait area TWA Gunung Singgalang Tandikat dan TWA Gunung Sago Malintang, penutupannya dilakukan lantaran saat ini sedang berada pada fase evaluasi serta perbaikan fasilitas dan infrastruktur pengelolaan wilayah tersebut.
Berdasarkan pandangan Lugi, sarana penunjang keamanan bagi para pendaki, seperti jalur evakuasi, tanda peringatan, dan sistem pemantauan, masih kurang memadai.
"Kurangnya fasilitas dan infrastruktur yang sesuai dengan standar keamanan merupakan alasan utama ditutupnya TWA Gunung Singgalang Tandikat serta TWA Gunung Sago Malintang," ujarnya.
"Ikut serta memastikan semua aspek manajemen benar-benar siap sebelum wilayah tersebut diaktifkan kembali," katanya menambahkan.
Selanjutnya, Lugi menegaskan bahwa kebijakan tutup ini merujuk kepada pernyataan terkait penutupan wilayah konservasi guna aktivitas pariwisata serta pendakian di semua pintu masuk jalur pendakian. Sampai saat ini, pemberitahuan tersebut tetap berlaku dan belum diperbaharui.
3. Akses Ke Jam Gadang Dibatasi, Lihat Daftar Area Parkir Ketika Jalanan Di Bukittinggi Tertutup Berlaku
Akses ke Jam Gadang tidak diizinkan untuk kendaraan pada malam perayaan Tahun Baru 2026.
Polisi Lalulintas Polres Kota Bukittinggi melakukan penataan lalu lintas guna mengendalikan pergerakan kendaraan di area pusat kota yang diperkirakan ramai dikunjungi warga.
Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan menghadapi peningkatan aktivitas masyarakat serta memastikan kenyamanan, kelancaran, dan keselamatan para pengendara saat merayakan pergantian tahun.
Kepala Satuan Lalulintas Polres Kota Bukittinggi AKP M. Irsyad Faturrachman mengatakan, akses menuju Jam Gadang akan ditutup perlahan dimulai pada hari Rabu (31/12/2025).
Sepeda motor dilarang beroperasi dimulai dari jam 18.00 waktu setempat, sedangkan mobil mulai dikecualikan pada jam 21.00 waktu setempat hingga hari Jumat (1/1/2026).
"Penghentian sementara serta perubahan alur lalu lintas ini adalah bagian dari upaya keamanan menyambut pergantian Tahun Baru yang selama ini terlaksana tiap tahun," ujar Irsyad ketika dihubungi, Selasa (30/12/2025).
"Tujuan dari hal ini adalah menghindari kemacetan, mengurangi jumlah kecelakaan, serta membentuk suasana lalu lintas yang lebih aman dan nyaman di kawasan Kota Bukittinggi," katanya lanjut.
Irsyad juga menyampaikan bahwa ada beberapa area berisiko tinggi keramaian yang menjadi prioritas dalam penguasaan situasi, sehingga diperlukan adanya pembatasan sementara.
Selanjutnya, jalur-jalur yang akan ditutup adalah jalan yang mengarah ke area Jam Gadang, antara lain di Simpang Tugu Polwan, Simpang DPRD, Simpang TK Pertiwi, Simpang Empat Atas Ngarai, Simpang Pendakian Benteng, Simpang Tembok, dan Simpang Pendakian Wowo.
"Penghentian sementara ini bersifat tergantung pada situasi dan akan ditinjau kembali secara rutin berdasarkan perkembangan yang ada di lapangan," katanya.
Sebagai bentuk dukungan, Satuan Lalu Lintas Polres Kota Bukittinggi sudah menyediakan beberapa area parkir resmi untuk warga yang melakukan aktivitas di pusat kota.
Tempat-tempat parkiran yang tersedia meliputi Gedung Parkir Simpang Wowo, Gedung Parkir Bukittinggi, dan lahan parkir di sebelah depan Panorama.
"Kehadiran tempat parkir ini diharapkan mampu menekan kebiasaan memarkir kendaraan sembarangan yang bisa mengganggu kelancaran lalu lintas," ujar Irsyad.
Selain mengatur arus lalu lintas, petugas juga akan ditempatkan di beberapa lokasi guna menyediakan layanan, keamanan, serta pemantauan terhadap kegiatan warga masyarakat.
Irsyad menyatakan bahwa pihaknya menerapkan pendekatan manusiawi dalam menjalankan tugas keamanan, tetapi tetap keras terhadap pelanggaran yang bisa mengancam kenyamanan dan keselamatan.
"Kami menyerukan kepada masyarakat agar mentaati segala pengaturan lalu lintas yang sudah ditentukan, patuh pada petunjuk dan instruksi dari personel di lapangan, serta jangan memaksa masuk ke area yang telah ditutup," ujarnya.
Selanjutnya, Irsyad meminta warga untuk merayakan malam Tahun Baru secara sederhana, rapi, serta penuh perhatian, khususnya karena masih ada masyarakat di beberapa daerah yang terkena dampak bencana alam.
Dia menekankan betapa pentingnya partisipasi masyarakat dalam memelihara keamanan dan ketertiban publik.
"Kita meminta semua masyarakat agar tidak melaksanakan pawai kendaraan, lomba balapan ilegal, pemakaian kembang api, atau aktivitas lain yang bisa merusak ketenangan serta berisiko bagi keselamatan. Marilah kita menyambut Tahun Baru secara cerdas dan bertanggung jawab," ujarnya.
Dia juga menegaskan kepada masyarakat agar senantiasa menjunjung tinggi keselamatan lalu lintas, menggunakan peralatan berkendara secara utuh, dan memastikan kendaraannya dalam keadaan siap pakai.
Irsyad berharap perayaan malam Tahun Baru 2026 di Kota Bukittinggi bisa berjalan dengan lancar, teratur, serta damai tanpa ada insiden mencolok.(*) Irsyad menginginkan penyelenggaraan malam pergantian tahun 2026 di kota Bukittinggi berlangsung dalam suasana aman, rapi, dan harmonis tanpa munculnya kejadian signifikan.(*) Irsyad berdoa agar acara perayaan Tahun Baru 2026 di Kota Bukittinggi berjalan dengan baik, tertib, dan stabil tanpa terjadi hal-hal yang mencurigakan.(*) Irsyad berharap penghujungan Tahun Baru 2026 di Kota Bukittinggi dapat dilakukan secara tenang, terkendali, dan nyaman tanpa ada peristiwa penting atau tidak biasa.(*) Irsyad menyampaikan harapan bahwa pesta malam pergantian tahun 2026 di kota Bukittinggi akan berlangsung aman, terorganisir, dan kondusif tanpa adanya peristiwa istimewa maupun negatif.(*) (*)
0 Komentar