News - Pemprov DKI Jakarta mampu mengumpulkan dana sumbangan senilai Rp 3,1 miliar dari warga selama perayaan pergantian tahun 2026, yang kemudian akan disalurkan kepada penduduk korban bencana di Pulau Sumatra. - Dalam acara pesta Tahun Baru 2026, Pemprov DKI Jakarta berhasil memperoleh donasi sejumlah Rp 3,1 miliar dari masyarakat, dengan tujuan untuk diserahkan kepada warga yang terkena dampak bencana di wilayah Sumatera. - Masyarakat berkontribusi memberikan donasi sebesar Rp 3,1 miliar pada perayaan malam Tahun Baru 2026 oleh Pemprov DKI Jakarta, yang akan digunakan sebagai bentuk dukungan bagi para korban bencana di daerah Sumatera. - Selama pelaksanaan perayaan Tahun Baru 2026, Pemprov DKI Jakarta sukses mendapatkan donasi mencapai Rp 3,1 miliar dari rakyat, dan uang tersebut akan dialokasikan kepada masyarakat yang tertimpa musibah di pulau Sumatera.
"Ini adalah sumbangan dari masyarakat Jakarta, dan kami sampaikan terima kasih yang tulus atas perhatian yang diberikan," ujar Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ketika hadir dalam acara pesta Tahun Baru dengan tema 'Jakarta Global City: From Jakarta with Love' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, pada malam hari ini.
Perayaan malam Tahun Baru kali ini dilakukan oleh Pemerintah Provinsi DKI secara berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Acara tersebut diselenggarakan tanpa adanya petasan dan diisi dengan kegiatan amal serta doa bersama sebagai bentuk simpati atas bencana yang menimpa Pulau Sumatera dan beberapa daerah lain di Nusantara.
Perayaan Tahun Baru 2026 yang dilaksanakan di beberapa lokasi di Jakarta dimulai dengan ibadah bersama yang dihadiri oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Pramono berharap doa serta dukungan moril, rohani, dan sosial dari penduduk Ibu Kota bisa mengurangi kesulitan rakyat di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, maupun kawasan lain yang terkena dampak. "Banyak pertunjukan musik pada malam hari telah disesuaikan sebagai bentuk perwujudan solidaritas dan empati terhadap saudara-saudara kami di daerah yang terdampak," tambahnya.
Pramono menyampaikan bahwa selain bantuan dari warga, sepuluh persen penghasilan Ancol, yang termasuk perusahaan daerah milik Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta, pada hari Rabu (31/12) juga akan dialokasikan untuk tujuan kemanusiaan. "Kontribusi dari Ancol pasti besar dan akan dikumpulkan bersama jumlah sumbangan keseluruhan," katanya.
Selanjutnya, Pramono mengungkapkan bahwa pendistribusian bantuan akan diatur dan ditangani oleh Pemerintah Provinsi DKI bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Menurutnya, sistem distribusi melalui Baznas telah sering digunakan guna menolong daerah yang terkena dampak bencana.
Di pihak lain, Pramono menyampaikan apresiasinya terhadap respon masyarakat yang baik terhadap kebijakan larangan penggunaan petasan dalam merayakan Tahun Baru kali ini. Ia menilai kesadaran warga terhadap aturan itu memperlihatkan rasa simpati serta tingkat dewasa dari penduduk Jakarta."Dukungan masyarakat sangat luar biasa. Hal ini menunjukkan adanya rasa empati dan sikap matang dari masyarakat Jakarta yang beragam," katanya.
Dia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan evaluasi terhadap bentuk perayaan Tahun Baru di masa depan. Namun, bagi dirinya bersama Wakil Gubernur, Rano Karno, momen pergantian tahun tetap merupakan kesempatan untuk terus berjuang dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Atau: Ia juga menjelaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan merevisi cara merayakan Tahun Baru dalam beberapa tahun ke depan. Meskipun demikian, baginya serta Wakil Gubernur, Rano Karno, saat pergantian tahun masih menjadi periode yang tepat untuk terus bekerja dan membantu rakyat. Atau: Pihaknya juga menyebutkan bahwa Pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta akan meninjau ulang model penyelenggaraan perayaan Tahun Baru di tahun-tahun berikutnya. Akan tetapi, bagi dia beserta Wakil Gubernur, Rano Karno, moment ini tetap menjadi waktu untuk terus berkarya dan melayani warga.
Walaupun keseluruhan rangkaian perayaan malam Tahun Baru telah usai pada pukul 01.00 WIB, angkutan umum masih berjalan sampai pukul 02.00 WIB. Di sisi lain, layanan Transjakarta di jalur utama terus beroperasi nonstop selama 24 jam agar warga bisa pulang secara rapi dan nyaman.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan petugas dari berbagai instansi agar memastikan Jakarta dapat pulih seperti semula pasca-perayaan pergantian tahun.
Sekitar 3.395 pegawai dari Dinas Lingkungan Hidup ditugaskan guna memastikan kebersihan perkotaan, sedangkan 2.191 anggota Dinas Perhubungan siap berjaga demi kelancaran lalu lintas, serta sebanyak 1.692 personil Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bertanggung jawab atas pengawasan keamanan dan ketertiban masyarakat. (*)
0 Komentar