Suami Boiyen Sulit Dihubungi Saat Ditanya Keuntungan, Nasib Usaha Kulinernya Bikin Miris

Ringkasan Berita:
  • Rully Anggi Akbar, suami dari Boiyen, dikatakan susah dihubungi oleh klien ketika mereka menanyakan hasil laba yang diperoleh.
  • Meskipun dalam proporsional itu disebutkan bahwa sistem bagi hasil mencapai 70 persen untuk pengelola bisnis dan sisanya 30 persen.
  • Dalam lima bulan awal, RF masih menerima distribusi laba, tetapi secara tiba-tiba tidak lagi menerima pengiriman.

News - Rully Anggi Akbar (RAA), suami pelawak Boiyen, disebut terlibat dalam dugaan tindakan pemalsuan terhadap seorang investor bernama RF. - Suami dari komedian Boiyen, yaitu Rully Anggi Akbar (RAA), dikabarkan terkena dampak kasus dugaan kecurangan yang dialamatkan kepada investor dengan inisial RF. - Rully Anggi Akbar (RAA) yang merupakan pasangan dari pelawak Boiyen dilaporkan menjadi bagian dari perkara dugaan penipuan terhadap seorang investornya yang memiliki nama singkat RF.

Kemungkinan ini terkait dengan pengembangan usaha restoran yang berada di Sleman, Yogyakarta.

Wewenang hukum RF, Santo Nababan, mengatakan bahwa klien mereka menderita kerugian karena pembagian laba yang sebelumnya tidak lagi dibayar sesuai dengan perjanjian awal.

Penginvestasian Mulai Dilakukan Pada Bulan Agustus Tahun Ini Awal Investasi Berlangsung pada Agustus 2023 Kegiatan Investasi Diawali sejak Bulan Agustus 2023 Proses Investasi Segera Dimulai di Bulan Agustus 2023 Tahapan Investasi Dimulai dari Agustus 2023 Mulainya Aktivitas Investasi Terjadi pada Agustus 2023 Perkembangan Investasi Dimulai pada Awal Agustus 2023 Inisiasi Investasi Ditetapkan Sejak Agustus 2023

Berdasarkan Santo, RF memulai pemasangan modal sejak bulan Agustus 2023 setelah mendapatkan usulan pendanaan dari RAA.

Di dalam proposal yang diajukan, diberikan jaminan bahwa sistem pembagian keuntungan adalah 70 persen kepada pengelola bisnis serta 30 persen bagi para pemodal.

Berminat pada tawaran yang diajukan, RF selanjutnya setuju untuk bekerja sama dalam bentuk investasi dan mentransfer uang sesuai perjanjian.

Dalam lima bulan awal, RF masih mendapatkan bagian dari laba perusahaan.

Tetapi kemudian, pembagian keuntungan tidak lagi dilakukan sesuai dengan yang diharapkan.

Distribusi laba terbaru telah diterima untuk bulan Desember 2023, dan dicairkan pada januari 2024.

Mulai dari saat itu, tidak ada lagi pembagian keuntungan yang disalurkan kepada para pemodal.

Usaha Kuliner Masih Beroperasi

Santo menyatakan bahwa usaha kuliner milik RAA saat ini tetap beroperasi dan diklaim berjalan dengan lancar.

Namun, hak para pemodal berdasarkan kesepakatan sudah tidak diakui sejak awal tahun 2024.

Pada tahun 2023, klien tersebut mendapatkan distribusi laba sebanyak tiga kali, serta sekali lagi di bulan Januari 2024.

Jumlah modal yang dialokasikan oleh RF sangat besar, yaitu sebesar Rp200 juta.

Karena berhentinya distribusi laba serta ketidakjelasan dalam pemulangan uang, kerugian klien diperkirakan melebihi Rp300 juta.

Pemanggilan dan Peringatan Tindakan Hukum

Santo mengatakan bahwa pihak klien sudah berusaha menangani masalah tersebut dengan cara keluarga.

Namun, RAA dikatakan sukar dihubungi serta tidak memberikan respon yang cukup.

Karena kurangnya kepastian, RF lewat perwakilannya mengirimkan surat peringatan kepada RAA.

Di dalam surat peringatan itu, RF mengharapkan RAA menyelesaikan semua tanggung jawabnya dalam jangka waktu 3 hari 24 jam, termasuk melakukan komunikasi dan melaksanakan kesepakatan pembayaran yang sudah ditetapkan.

Pemimpin menyatakan bahwa jika tidak terdapat niat baik dari pihak RAA, tim pengacara akan bersiap mengajukan perkara ini melalui proses hukum.

Jika pemanggilan tidak dipatuhi, para investor bermaksud mengambil tindakan hukum baik pidana maupun perdata.

Beberapa pasal yang akan diterapkan meliputi Pasal 378 mengenai pemalsuan serta Pasal 372 terkait pencurian.

Tindakan ini dianggap sebagai langkah terakhir dalam menjaga hak serta keuntungan klien mereka.

(News/Talitha)
Jangan sampai melewatkan artikel-artikel menarik dari Newstak yang lainnya di Google News, Threads, dan Facebook.

Posting Komentar

0 Komentar