News, Sukadana - Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berencana memperkuat konsep City Branding serta Beauty Branding untuk merapikan tampilan ibu kota kabupaten di Sukadana pada tahun 2026. - Upaya penguatan identitas kota melalui City Branding dan peningkatan daya tarik dengan Beauty Branding akan dilakukan oleh Pemkab Lampung Timur dalam rangka menyulap wajah Ibukota Lampung Timur di Sukadana pada 2026. - Dalam persiapan menjelang tahun 2026, Pemkab Lampung Timur bertekad meningkatkan konsep City Branding beserta Beauty Branding sebagai langkah utama dalam membentuk citra baru bagi Ibu Kota Lampung Timur yang terletak di Sukadana.
Kepala Daerah Kabupaten Lampung Timur, Ella Siti Nuryamah menyampaikan bahwa konsep City Branding serta Beauty Branding tidak hanya fokus pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga akan dibangun sebuah pusat kegiatan baru di wilayah Sukadana.
Dimulai dengan mengubah destinasi pariwisata DAM Way Kawat, taman area terbuka berwarna hijau, serta bangunan ikonik yang merepresentasikan nilai kearifan lokal Lampung Timur.
"Kita tingkatkan City Branding dan Beauty Branding, ini yang utama. Selain melanjutkan apa yang telah kami lakukan pada tahun 2025," kata Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah saat berbicara kepada Newsdi Sukadana, Rabu (31/12/2025).
Pengembangan citra kota adalah gagasan yang dirancang untuk menciptakan reputasi baik sebuah daerah, memperkuat kompetitivitasnya, mengundang investasi, wisatawan, serta masyarakat.
Kemudian mengenali serta menyusun keunggulan kota (sejarah, budaya, ekonomi, alam) menjadi citra yang mudah dipahami.
Selanjutnya, konsep kecantikan merek berarti menciptakan sebuah wilayah atau barang yang tampak menarik, cantik, dan disenangi dari segi estetika, dengan tujuan membentuk perasaan positif.
Kepala Daerah Ela menyampaikan bahwa menggunakan konsep City Branding dan Beauty Branding, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur akan menciptakan tempat-tempat wisata milik warga yang berada di sekitar wilayah Sukadana.
"Di dekat kantor pemerintahan juga akan semakin terbuka berkat hadirnya taman terbuka yang hijau, serta icon-icon kearifan lokal di beberapa lokasi tertentu, termasuk DAM Way Kawat," ujar Ela Siti Nuryamah.
Kepala Daerah Ela menyampaikan bahwa akan ada area yang akan dipersiapkan sebagai kawasan terbuka hijau dengan melakukan pengadaan tanah.
Di sisi lain, monumen ikonik di persimpangan lampu lalu lintas Mataram Marga yang sudah dirancang sebelumnya, Ela menegaskan akan terjadi perubahan konsep yang lebih kaya dengan nilai-nilai kebijaksanaan tradisional.
"Ya karena kita perlu menyusun secara matang berdasarkan konsep filsafat Lampung Timur. Dimulai dari pelestarian, alam, persatuan, adat istiadat, serta nilai-nilai kebijaksanaan lokal lainnya," ujar Ela Situ Nuryamah.
Ela menegaskan bahwa konsep city branding dan beauty branding akan diluncurkan pada awal tahun 2026.
Capaian Kinerja 2025
Pemerintah Kabupaten Lampung Timur mengakhiri tahun 2025 dengan sejumlah pencapaian dalam berbagai bidang pembangunan yang telah dijalankan.
Banyak program unggulan yang mencakup bidang seperti infrastruktur, kesehatan, pendidikan, serta pengembangan pelayanan publik secara digital telah memberikan dampak nyata dan bertahan dalam jangka panjang.
Hasil pencapaian ini disampaikan oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pada Penyajian Laporan Kinerja Pembangunan Wilayah Tahun 2025 yang dilaksanakan di Aula Bappeda Sukadana, hari Rabu (31 Desember 2025).
Bersama dengan Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, penyampaian materi tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Azwar Hadi, Kepala Dinas Rustam Effendi, para pejabat SKPD, serta utusan dari kalangan wartawan dan media yang ada di Kabupaten Lampung Timur.
Pada paparannya, Bupati Ela mengungkapkan bahwa indikator ekonomi wilayah menunjukkan perkembangan yang baik.
Lampung Timur mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar 5,12 persen pada tahun 2025 dengan diiringi kenaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berada di angka 70,84.
Saat bersamaan, tingkat kemiskinan berhasil dikurangi menjadi 12,9 persen.
"Hasil ini membuktikan bahwa program pembangunan yang kami laksanakan semakin akurat dalam mencapai tujuan serta memberikan dampak nyata kepada warga," kata Bupati.
Kepala Daerah Ela mengatakan bahwa selama tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur sudah melakukan pembangunan serta perbaikan pada jalannya sepanjang 120,6 kilometer.
Oleh karena itu, tingkat kestabilan jalanan naik menjadi 78,4 persen.
Di samping itu, pengadaan serta pemeliharaan 18 buah jembatan juga membantu meningkatkan keterhubungan antar daerah, terutama untuk warga pedesaan.
Dalam bidang permukiman, terdapat 1.250 unit rumah yang semula tidak layak dihuni kini telah diperbaiki sehingga menjadi layak untuk ditempati.
Program pasokan air bersih dan sanitasi telah mencakup sebanyak 4.500 kepala keluarga, yang berdampak pada peningkatan kesehatan serta kondisi lingkungan penduduk.
Di sektor kesehatan, jangkauan Jaminan Kesehatan Nasional sudah menjangkau 96 persen dari keseluruhan populasi.
Tindakan mempercepat pengurangan kasus stunting memberikan dampak yang nyata, di mana tingkat stunting berkurang hingga 18,2 persen.
Di bidang pendidikan, angka partisipasi sekolah untuk tingkat SD dan SMP berturut-turut mencapai 99,1 persen serta 95,4 persen.
Pemda juga melakukan perbaikan terhadap 86 ruangan kelas dan memperkuat kemampuan lebih dari 1.200 guru.
Agar meningkatkan kesejahteraan rakyat, Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memberikan bimbingan kepada 3.450 pengusaha kecil menengah sebesar total dana pendampingan dan pemasaran senilai Rp27,8 miliar.
Dalam bidang pertanian, hasil panen beras telah melebihi 420 ribu ton gabah kering, mendukung keamanan pangan wilayah tersebut.
Di tengah upaya meningkatkan tata kelola pemerintahan, sebanyak 85 persen layanan masyarakat sudah dihubungkan secara elektronik menggunakan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
Berdasarkan Indeks SPBE Kabupaten Lampung Timur yang sebesar 3,42, warga semakin mudah dalam mendapatkan layanan administrasi pemerintahan.
Kepala Daerah Ela Siti Nuryamah menyatakan bahwa semua pencapaian ini adalah buahan dari kerja sama seluruh instansi pemerintah daerah berkat dukungan masyarakat serta para jurnalis.
"Kami memahami bahwa pembangunan tidak dapat diwujudkan secara mandiri. Keterlibatan bersama masyarakat dan media merupakan faktor penting dalam menciptakan proses pembangunan yang jelas, adil, serta bertahan lama," katanya.
(News/endra)
0 Komentar