Bukan sekadar nongkrong, ini hari sempurna ala Veda Ega Pratama

Lisabrina Rahma Pikatan, Pengenalan Kepada Pekerjaan dan Karier di Sekolah Menengah Atas Pangudi Luhur Van Lith Muntilan

Keributan mesin motocross di lintasan internasional serta kegaduhan gaya kumpul-kumpul remaja masa kini, Veda Ega Pratama justru memiliki makna tersendiri perfect day yang berbeda.

Bagi beberapa pemuda, hari ideal ialah saat mereka punya kesempatan libur untuk berkumpul dan rileks sambil memainkan permainan video.

Namun, Vedha mempunyai pendapat yang berlainan.

Atlet Moto3 dari Indonesia ini lebih suka melakukan lari dan sepedaan ketika sedang punya kesempatan kosong.

Sering berlari atau mengayuh sepeda Bergiat lebih banyak dengan lari atau berkendara sepeda Aktivitas yang lebih sering dilakukan adalah lari atau naik sepeda Kebiasaan yang lebih umum ialah berolahraga dengan lari atau bersepeda Lagi-lagi memilih untuk berlari atau melajukan sepeda Pilihan aktivitas fisik yang lebih kerap dipilih yaitu lari atau bersepeda Biasanya melakukan kegiatan seperti lari atau menunggangi sepeda Tren olahraga yang lebih sering dijalani merupakan lari atau bersepeda Keaktifan dalam bentuk lari atau menggunakan sepeda semakin meningkat Lebih condong pada latihan jalan kaki cepat atau pergi naik sepeda sih karena di Spanyol juga memiliki lokasi yang menarik untuk berlari dan berkendara sepeda," katanya.

Namun di sisi lain, Veda juga sebagaimana remaja biasanya yang dapat memanfaatkan waktunya untuk bermain game dan rileks.

"Saya juga kerap memainkan game bersama Pak Mario (Aji), lalu bermain game dengan teman-teman yang tinggal di Indonesia," tambahnya.

Karena biasanya hanya berbicara lewat telpon, agar lebih menyenangkan sesekali bermain game, tapi tidak terlalu sering karena saya mudah merasa bosan.

Dari sejak masih anak-anak, hidup Veda Pratama telah berada di tengah jalur balap, menguras adrenalin melalui kelajuan yang mencapai ratusan kilometer per jam.

Tetapi, pernahkah kalian memikirkan bagaimana nasib akan berubah jika seorang pemuda dari Gunungkidul ini mengambil jalan yang sama sekali berbeda?

Jika ditanyakan bagaimana nasib Veda bila ia tak pernah terlibat dalam dunia balap, jawabannya sangat menarik.

Dia menyatakan bahwa ia tidak pernah membayangkan memiliki pekerjaan selain sebagai pembalap.

"Saya belum pernah berpikir untuk menjadi apapun selain pembalap karena dari dulu hobi dan impian saya hanya ingin menjadi pembalap," ujar pebalap yang saat ini menduduki peringkat keenam dalam klasemen Moto3 2026.

"Sama seperti kebanyakan pemuda, saya juga menyukai sepak bola namun bukan ahli di bidang itu," ujar pembalap yang telah dua kali mencatat hasil podium dalam kelas Moto3 musim ini.

Posting Komentar

0 Komentar