JAYAPURA – Kelompok TNI Pembebasan Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TNPB-OPM) menyatakan bahwa mereka berhasil membunuh dua personel tentara Indonesia dalam pertempuran senjata yang berlangsung di Desa Framniawai, Kecamatan Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya, pada hari Selasa (2/6).
Kepala Penerangan TPNPB-OPM, Sebby Sambom, menyampaikan bahwa operasi ini dikendalikan oleh Komandan Kowip I Rutis, Barnabas Muk. Katanya, kira-kira pukul 12.00 WIT pasukan TPNPB melancarkan serangan kepada rombongan yang diduga berisi lebih dari 100 anggota tentara Indonesia dengan beberapa kendaraan tempur di jalur sepanjang empat kilometer dekat Desa Framniawai arah Distrik Aifat Timur Jauh.
"Kami berhasil membunuh dua anggota tentara Indonesia dalam serangan itu, sehingga terjadilah pertempuran senjata hingga pukul 18.00 WIT. Akibatnya, dilakukan operasi militer menjelang malam di Desa Framniawai arah Kecamatan Aifat Timur Jauh," kata Sebby dalam pernyataan resmi yang diterimanya, hari ini (4/6).
Dia menyampaikan bahwa hubungan militer ini melibatkan Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Letnan Kolonel Manfred Fatem, Komandan Batalyon Aikiyu Matias Aisyasor, Komandan Kowip II, beserta pasukan dari sembilan batalyon TPNPB yang dilaporkan siaga di kawasan itu.
Di dalam pernyataannya, TPNPB juga mengklaim bahwa pasukan militer Indonesia sudah memasuki pemukiman penduduk serta membuka pos-pos tentara di berbagai desa yang ada di Kabupaten Maybrat. Mereka merasa situasi ini menciptakan ketakutan dan luka batin pada masyarakat umum. Selain memberi informasi tentang hasil operasi, TPNPB juga menekankan bahwa mereka tetap akan menjalankan perjuangannya di daerah Papua.
0 Komentar