Evakuasi Kandang Ayam Berujung Hanyut di Sungai Polewali

Ringkasan Berita:
  • Warga yang bernama Sudirman (65 tahun), tinggal di Kelurahan Sulewatang, Polewali, berhasil selamat setelah terbawa aliran sungai Lantora ketika mencoba menyelamatkan kandang hewan peliharaannya akibat banjir.
  • Saksi sempat tersapu sejauh sekitar 50 meter setelah jatuh ke Sungai Lantora karena meluapnya air. Dengan tanggapnya masyarakat yang berada dekat jembatan, korban berhasil diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit.
  • Petugas kepolisian meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan yang berisiko ketika kondisi cuaca buruk terjadi dan tingkat air sungai naik.

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Warga yang tersapu oleh aliran Sungai Lantora di Kelurahan Sulewatang, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Provinsi Sulawesi Barat berhasil dievakuasi pada hari Jumat (12/6/2026).

Saat ini, korban yang bernama Sudirman (65 tahun) sedang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Umum Daerah Hajja Andi Depu Polman.

Seseorang tertarik oleh aliran sungai Lantora ketika berusaha menyelamatkan kandang binatang peliharaannya pada hari Rabu (10/6/2026) malam.

Kejadian dimulai ketika hujan lebat menyebabkan volume air Sungai Lantora meluber sampai ke halaman rumah para korban.

Saat itu, korban memperhatikan kandang ayamnya nyaris ambruk karena air sungai yang mengalir deras.

Para korban akhirnya mencoba pergi ke dalam kandang, tetapi jatuh dan terpeleset masuk ke sungai sehingga tersapu oleh aliran air.

Untungnya ada seseorang penduduk yang tidak terlalu jauh dari tempat peristiwa menyeru minta bantuan.

Berkat kecepatan masyarakat setempat, korban berhasil dievakuasi dekat sebuah jembatan yang berjarak sekitar 50 meter dari tempat awal korban jatuh.

"Para korban selamat dan kini masih dirawat di rumah sakit setelah dibawa ke sana semalam," kata Kepala Sektor Polisi Polewali, IPTU Samsul Bahri, kepada para jurnalis.

Ia mengatakan bahwa korban pernah terseret sejauh kira-kira 50 meter dari tempat semula akibat aliran air.

Korban beruntung berhasil diselamatkan oleh warga yang sudah menunggu di dekat Jembatan Sungai Lantora.

Para korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit karena keterkesadaran mereka menurun setelah terseret oleh aliran air sungai.

"Petugas langsung menuju tempat kejadian guna pemeriksaan serta pengambilan keterangan," katanya.

Diungkapkan bahwa rumah korban terletak persis di pinggir sungai, sehingga mudah tertimpa banjir.

Samsul Bahri meminta warga untuk senantiasa menjunjung keamanan, khususnya dalam kondisi cuaca buruk serta ketika volume air sungai meningkat.

Polisi juga memberikan apresiasi terhadap tanggapnya masyarakat dalam mendukung proses evakuasi para korban.

Sebelumnya dilaporkan, beberapa rumah penduduk di Dusun Kappung Tangga, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Jawa Barat, tampak tertutup air banjir, Kamis (11/6/2026).

Pengamatan Tribun-Sulbar.com menunjukkan bahwa tinggi air telah mencapai lutut orang dewasa.

Banjir terjadi akibat meluapnya aliran sungai yang berada di belakang rumah penduduk setelah turunnya hujan lebat pada hari Rabu (10/6/2026) malam.

Rumah penduduk yang terletak di sebelah jalan Trans Sulawesi tampak masih tertutup air banjir.

Air tidak berkurang karena saluran pembuangan atau parit terlihat tertutup oleh sampah. (*)

Jurnalis Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Posting Komentar

0 Komentar