Ringkasan Berita:
- Perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sedang mengembangkan dua tempat istirahat kelas A di jalan tol Betung–Jambi 1A yang memiliki panjang 30,8 km, yaitu berada di STA 24+600 baik pada jalur Betung-Jambi maupun Jambi-Betung.
- Area istirahat memiliki berbagai fasilitas yang memadai, termasuk pompa bensin, kamar mandi, ruang menyusui, tempat makan, toko kelontong, pusat kuliner, restoran, dan dapat menampung sampai 250 kendaraan.
- Tiap-tiap tempat istirahat menawarkan hingga 24 usaha mikro dan kecil menengah (UMKM)
ANTS, PALEMBANG - Perusahaan Tambang dan Konstruksi Hutama Karya Infrastruktur (HKI) tetap mengembangkan pengembangan Jalur Lalu Lintas Trans Sumatera (JTTS). - HKI masih melakukan proses pengerjaan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) secara berkelanjutan. - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dilakukan oleh PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) terus dijalankan. - Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dikerjakan oleh perusahaan PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI) sedang dalam tahap pematangan.
Salah satu contohnya adalah Jalan Tol Betung-Jambi 1A yang memiliki panjang 30,8 kilometer.
Selain mengembangkan jalur tol, HKI sedang melakukan pembangunan dua tempat istirahat pada segmen jalan tol tersebut.
Kepala Sekretariat Perusahaan HKI, Resnu Aditya menjelaskan bahwa dua tempat istirahat berada di STA 24+600, masing-masing terdapat di sisi A (Betung-Jambi) serta sisi B (Jambi-Betung).
"Kedua lokasi tersebut termasuk dalam rest area tipe A dengan beragam fasilitas antara lain toilet, toilet untuk disabilitas, ruang menyusui, area makanan, pom bensin, tempat bersarapan, stan UMKM, mini market, warung makan, pusat kuliner, serta restauran," jelas Resnu kepada TribunSumsel.com dan ANTS, Sabtu (6/6/2026).
Selanjutnya, setiap fasilitas istirahat dapat memuat maksimal 250 unit kendaraan.
Pelaksanaan fasilitas istirahat ini turut memperkenalkan elemen budaya setempat Sumatera Selatan.
"Desain rest area Betung-Jambi 1A memakai gaya arsitektur dengan dekorasi tumbuh-tumbuhan bernama pola Pucuk Rebung, ciri khas Sumatera Selatan. Pola ini mencerminkan kebaikan, pertumbuhan serta harapan terhadap kemajuan yang bersifat berkelanjutan," ujar Resnu.
Keberadaan tempat istirahat ini diharapkan memberikan pengaruh sosial dan ekonomi terhadap penduduk setempat dengan menyediakan hingga 24 usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam satu lokasi rest area.
Dan kesempatan bisnis serta pekerjaan yang tersedia.
Di samping itu, tempat istirahat ini diharapkan mampu memperbaiki kenyamanan para pengendara jalan tol dengan adanya berbagai fasilitas yang tersedia.
Kebijakan berkelanjutan juga diterapkan dalam pengembangan Rest Area Tol Betung-Jambi 1A.
"Pada tempat istirahat ini, HKI memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber pencahayaan dalam ruangan, serta menggunakan sistem penerangan otomatis di area tertentu yang aktif ketika kondisi lingkungan mulai gelap, dengan demikian mampu menekan konsumsi energi listrik," ujar Resnu.
Pelaksanaan fasilitas istirahat ini menggunakan teknologi Building Information Modelling (BIM).
BIM dapat menghasilkan gambar 3D yang memudahkan pengaturan jadwal dan mendukung pelaksanaan proyek secara langsung di lokasi kerja.
"Sesudah selesai, fasilitas istirahat ini akan memberikan kenyamanan kepada para pengendara jalan tol," tambah Resnu.
0 Komentar