Wali Kota Lebanon Selatan Tewas Ditusuk, Diduga Karena Masalah Pribadi

ANTS - Berita tak terduga datang dari Lebanon, dimana Walikota Suhail Abu Jamra meninggal setelah diberondong peluru, Senin (2/6/2026).

Tidak seperti kejadian-kejadian sebelumnya yang dipicu oleh perang saudara di wilayah itu, kematian Abu Jamra tidak dikarenakan serangan dari Israel, tetapi karena tembakan yang diperkirakan bermula dari masalah pribadi.

Berdasarkan laporan media di Lebanon, tersangka adalah seorang petugas Pasukan Keamanan Internal Lebanon dan juga tinggal di kota yang sama.

Dia dinyatakan menembak ke arah Abu Jamra sehingga membuat walikota tersebut tewas di tempat kejadian.

Kejadian tersebut juga menimbulkan cedera tembakan pada bagian dada yang dialami oleh Nicola Suleiman, seorang pegawai pemerintahan Kota Deir Mimas.

Para korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Pemerintah Marjeyoun guna menerima pengobatan. Petugas rumah sakit menyatakan bahwa keadaannya kini dalam kondisi aman.

Setelah melakukan tembak-menembak, tersangka dilaporkan kabur menuju tempat yang masih dalam penyelidikan.

Personil keamanan Libanon segera memulai operasi pencarian dan melakukan pemeriksaan guna mengungkap alasan di balik peristiwa tersebut serta menangkap tersangka.

Pihak pemerintahan kota Deir Mimas mengungkapkan rasa belas tanggung yang dalam terhadap wafatnya Abu Jamra.

Di dalam pernyataannya, mereka menggambarkan kejadian itu sebagai tindakan ilegal serta menyerukan kepada warga untuk tidak mudah tersulut oleh emosi.

Penduduk juga diharapkan menyediakan ruang kepada petugas agar dapat melakukan proses penyelidikan sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

Kelompok dan Kerabat Dugaan Pelaku Menyerahkan kepada Hukum

Di sisi lain, keluarga tersangka yang merupakan anggota klaster Al-Bashara juga merilis pernyataan resmi.

Mereka menyatakan bahwa mereka tidak terkait dengan perbuatan anggota keluarganya sendiri serta mengecam setiap jenis tindakan yang bisa merusak ketenangan masyarakat.

Kelompok keluarga itu menunjukkan keyakinan total terhadap prosedur hukum yang tengah berjalan.

Kejadian tersebut mendapat perhatian masyarakat lantaran berlangsung di Deir Mimas, kawasan dengan lokasi penting di bagian selatan Lebanon.

Kota yang terletak di wilayah Marjeyoun, di bagian selatan-timur Nabatieh, berdekatan dengan Sungai Litani dan menghadap ke daerah Kfarkela serta Khiam yang berseberangan dengan perbatasan Israel.

Sepanjang perang terkini antara Israel dengan Hizbullah, kota Deir Mimas mengalami dampak yang sangat parah.

Kota itu pernah menghadapi ancaman serangan dari darat, penembakan meriam, serta serangan udara berulang kali.

Oleh karena itu, berita mengenai kematian walikota sempat menimbulkan dugaan bahwa kejadian ini berkaitan dengan sengketa wilayah.

Namun laporan sementara oleh aparat mengindikasikan bahwa kejadian tersebut adalah perkara pidana tersendiri dari ketegangan militer yang tengah berlangsung di wilayah itu.

(ANTS)

Laporan ini sudah dipublikasikan di Tribunnews.com

Lihat artikel lain dari TRIBUN MEDAN di Google News

Juga ikut serta dalam informasi yang lain melalui Facebook, Instagram, Twitter, dan Saluran WA

Berita populer lainnya di Tribun Medan

Posting Komentar

0 Komentar