Ringkasan Berita:
- Konsul Jenderal Australia untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, Jo Stevens, mengunjungi kegiatan pembelajaran yang bersifat inklusif di Sekolah Dasar Negeri 1 Teros, Kabupaten Lombok Timur.
- Sekolah tersebut menggunakan sistem pembelajaran yang didasarkan pada data dengan mengandalkan Profil Belajar Siswa (PBS) guna menentukan keperluan akademik siswa.
- Ada sembilan peserta didik dengan kebutuhan khusus yang telah diketahui mengalami berbagai kendala dalam proses pembelajaran.
Ants, MATARAM - Konsulat Jenderal (Konjen) Australia yang berada di Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta Nusa Tenggara Timur (NTT), yaitu Jo Stevens, mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Teros di Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur, NTB, pada hari Rabu (10/6/2026) pagi.
Pengunjungan ini bertujuan untuk mengamati secara langsung pelaksanaan sistem pendidikan inklusif yang berlandaskan data yang diterapkan oleh sekolah tersebut, terutama dalam memberikan dukungan kepada peserta didik dengan kebutuhan khusus.
Pada pidatonya, Jo Stevens menyatakan bahwa Australia dan Indonesia sudah lama memiliki hubungan kerja sama dalam bidang pendidikan.
Dia mengatakan bahwa pemerintah Australia bersedia memberikan dukungan kepada perubahan sistem pendidikan di Indonesia yang sedang dilaksanakan, khususnya dalam meningkatkan prestasi siswa dengan menggunakan metode berdasarkan data.
"Kata dia, pemerintah Australia berjanji akan bekerja sama dengan Indonesia menjelang dimulainya reformasi pendidikan besar-besaran di Indonesia guna meningkatkan kualitas pembelajaran," jelas Jo.
Pendidikan yang Menyeluruh dengan Mengacu pada Ciri Khas Pembelajaran Murid Pendekatan Pendidikan Terpadu berdasarkan Karakteristik Proses Belajar Peserta Didik Sistem Pengajaran Inklusif yang Memperhatikan Tipe Pembelajaran Anak Model Edukasi Universal sesuai Dengan Pola Belajar Siswa Program Pembelajaran yang Ramah dan Sesuai dengan Kemampuan Tiap Individu Strategi Pendidikan Bersifat inklusif mengingat Perbedaan Cara belajar siswa Penyesuaian Kurikulum Berlandaskan Fisik Dan Psikologis Siswa Kebijakan Sekolah Yang Mendorong Partisipasi Semua Jenis Siswa dalam Belajar Metode Pengajaran yang Adaptif terhadap Keberagaman Tingkat Kemampuan Siswa Desain Pendidikan yang Mendukung Kesetaraan Melalui Penyesuaian Metode Belajar
SDN 1 Teros mengadopsi model pembelajaran inklusif yang didukung oleh data melalui Perprofil Pembelajaran Murid (PBS) yang tersambung dengan sistem Dapodik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sistem tersebut berfungsi sebagai alat untuk mengevaluasi kemampuan serta keperluan pembelajaran peserta didik, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik atau kesulitan dalam proses belajar.
Data dari PBS selanjutnya digunakan dalam merancang proses belajar mengajar, kebijakan di sekolah, serta tindakan pendidikan yang lebih spesifik dengan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar bersama proyek INOVASI.
Program INOVASI adalah kolaborasi dari pemerintah Australia yang bertujuan memperkuat sistem pendidikan inklusif di berbagai wilayah, seperti Lombok Timur, dengan menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga pengajar, meningkatkan kemitraan, dan melakukan pertukaran informasi antara para stakeholder dalam dunia pendidikan.
Tiga Murid dengan Kebutuhan Khusus dalam Sebuah Ruang Kelas
Selama kunjungannya, Jo Stevens secara langsung memantau aktivitas pembelajaran di Kelas 2B yang sedang menerima materi pelajaran Bahasa Indonesia.
Terdapat sekitar 20 murid di dalam kelas itu, termasuk tiga orang yang memiliki kebutuhan khusus.
Walaupun tampak sama di permukaan, ketiga murid ini ternyata mengalami kendala dalam proses pembelajaran sesuai dengan hasil penilaian yang dilakukan, seperti kesulitan penglihatan, disleksia, maupun kemampuan belajar yang lambat.
Pantauan reporter Ants Gita Irawan mengungkapkan terjadinya perubahan pendekatan dalam proses belajar-mengajar di kelas itu.
Tiga murid dengan kebutuhan khusus diberi pekerjaan merangkai bagian-bagian kata guna mengenali subjek, predikat, dan objek, sedangkan peserta didik yang lain dimintai mengerjakan tugas sejenis secara mandiri.
Pendekatan yang Bersifat Menyeluruh dalam Ruang Kelas
Guruku kelas 2B Sekolah Dasar Negeri 1 Teros, Kurrota Ayuni, membeberkan beberapa cara yang digunakan guna menghindari tindakan bullying dalam suasana sekolah.
Selain memberikan pengajaran sehari-hari dan video pencegahan perundungan, para guru juga menjaga agar siswa dengan kebutuhan khusus tetap dapat ikut serta dalam aktivitas kelompok bersama sahabatnya.
Sekolah membentuk perjanjian kelas dalam rangka saling menjaga dan menghargai sesama, sekaligus memperkuat fungsi Tim Pencegahan dan Pengendalian Kekerasan (TPPK).
"Maka hingga saat ini, Alhamdulillah anak-anak ini tidak merasa takut untuk bersekolah, tidak ada yang merasa tidak nyaman di dalam kelas, semua belajar secara bersama-sama," kata Kurrota.
9 Siswa Berkebutuhan Khusus
Kepala Pengawas Sekolah Dasar dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur, Baiq Suriatun, menyampaikan bahwa ada sembilan murid dengan kebutuhan khusus di SD Negeri 1 Teros.
Dari total tersebut, ada enam orang murid perempuan dan tiga laki-laki yang secara keseluruhan diketahui mengalami tantangan belajar lambat dengan berbagai jenis kendala seperti gangguan visual, kognitif, dyslexia, sosial, serta emosional.
Proses pengenalan dilaksanakan dengan menggunakan Profil Belajar Siswa (PBS), pemeriksaan bertingkat, serta evaluasi psikologi dan klinik setempat.
Berdasarkan data awal, ada 59 siswa yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan dalam belajar, namun pada akhirnya hanya sembilan orang yang didiagnosa setelah mengikuti penilaian lebih lanjut.
Kolaborasi Pendidikan Australia–Indonesia
Jo Stevens menganggap SDN 1 Teros sebagai teladan dalam penerapan pendidikan inklusif yang bukan sekadar didasarkan pada aturan, namun juga dilaksanakan secara nyata di dalam kelas.
Ini merupakan sistem pendidikan yang memperhatikan lingkungan pendidikan yang melibatkan guru, orangtua, perguruan tinggi, pihak pemerintahan setempat, serta para pelaku masyarakat.
Dia menyatakan bahwa kerja sama antar pemangku kepentingan merupakan kunci untuk memperkuat sistem pendidikan yang bersifat inklusif dan berkelanjutan.
Pengunjungan Konsul Jenderal Australia Jo Stevens ke SDN 1 Teros memperkuat komitmen kerjasama pendidikan inklusif antara Indonesia dan Australia yang didasarkan pada data, kolaborasi, serta implementasi nyata dalam pembelajaran di kelas.
0 Komentar