Praz Teguh Bantah Terima Dana dari Hanania Travel yang Diduga Terlibat Penipuan Umrah

Ringkasan Berita:
  • Praz Teguh dijadikan sebagai saksi dalam perkara dugaan penipuan perjalanan umroh milik Hanania Travel serta menyatakan bahwa ia tidak menerima pengaliran dana, melainkan hanya uang jajan hasil dari kolaborasi konten.
  • Ia mengakui sudah menyerahkan kembali uang jajan yang ia terima kepada para penyidik agar mempermudah proses hukum.
  • Praz mengirimkan 24 jamaah umroh dengan pengeluaran sekitar Rp1 miliar.

Ants Komedian Praz Teguh ikut menjadi saksi dalam perkara pemalsuan layanan perjalanan umroh yang dilakukan oleh PT Khazanah Tamma International atau Hanania Travel.

Praj Teguh masuk ke dalam daftar panjang tokoh publik yang ikut diperiksa terkait perkara ini.

Sebelumnya, komika Anwar BAB, Keanu, Aaliyah Massaid, serta Tharih Halilintar juga hadir sebagai saksi dan telah menjalani pemeriksaan.

Setelah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya pada hari Kamis (11/6/2026), Praz Teguh menyatakan bahwa ia tidak menerima pengiriman uang dari Hanania Travel.

Di bawah kemitraannya, Praz Teguh tukar isi konten dan hanya menerima uang jajan.

"Maka kita bekerja sama melalui pertukaran isi konten. Tidak ada pihak yang mendapatkan aliran dana apa pun, selain uang jajan," kata Praz Teguh, dilansir dari YouTube Reyben Entertainment, Jumat (12/6/2026).

Praz mengakui bahwa dia sudah mengembalikan dana itu kepada pihak berwajib.

"Saya mengembalikan uang jajan kepada aparat yang berwenang," katanya.

Tidak mengerti tentang kejahatan yang dilakukan oleh Hanania Travel, Praz mengirimkan 24 orang menuju ibadah umroh.

Jumlah uang yang harus dibayar oleh Praz berjumlah Rp948 juta.

"Saya mengirimkan 24 orang di sini. Keseluruhan biayanya termasuk tambahan penginapan dan lain-lain sebesar Rp948 juta, hampir mencapai satu miliar," ujarnya.

Menyadari kejadian itu, peserta kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) 4 ini memutuskan untuk mengembalikan dana saku yang ia peroleh.

"Awalnya kami tidak mengetahui asal usul uang tersebut, agar proses penyelidikan lebih mudah maka kami mengembalikannya," kata Praz.

Pada perkara ini, pihak penuntut mengumumkan bahwa Direktur Eksekutif PT Khazanah Tamma Internasional dengan inisial ASF ditetapkan sebagai terduga pelaku.

Terdakwa disinyalir mempergunakan uang milik para jamaah guna mengatasi masalah finansial perusahaan dan tujuan-tujuan tertentu yang tidak terkait dengan kebutuhan penyelenggaraan ibadah umroh.

Laporan mengenai kasus Hanania Travel yang saat ini sedang diproses oleh aparat hukum diperkirakan menyebabkan kerugian bagi ratusan jamaah dengan jumlah kerugian melebihi Rp 100 miliar.

Penjelasan Anwar BAB

Sebelumnya, Anwar BAB juga menyatakan bahwa ia sama sekali tidak menerima pendanaan dari Hanania Travel dan bukan merupakan duta merek perusahaan jasa wisata itu.

"Anwar tidak pernah mendapatkan sepeser pun uang dari agen perjalanan Hanania," kata Anwar.

Komediawan dan penyiar yang berusia 33 tahun itu selanjutnya menerangkan mengenai bentuk kolaborasinya bersama Hanania Travel.

Anwar mengatakan kemitraannya berbentuk pertukaran konten sebagaimana yang dilakukan oleh figur publik lainnya.

Ia mengakui bahwa ia tidak memperoleh uang atau manfaat ketika melakukan ibadah umroh.

Namun Anwar hanya menerima uang jajan dari perusahaan perjalanan itu.

Kerja sama yang dilakukan bersama Hanania berupa pertukaran barang atau jasa." "Hanania bekerja sama melalui sistem tukar menukar." "Pekerjaan sama antara saya dan Hanania menggunakan metode barter." "Mekanisme kerja sama dengan Hanania yaitu saling bertukar hasil." "Sistem kolaborasi dengan Hanania ialah pertukaran langsung tanpa uang tunai.

"Maka saya berangkat tanpa membawa uang, hanya menerima uang jajan selama perjalanan di sana," katanya.

Akibat peristiwa itu, Anwar sadar bahwa ia salah telah menerima dana tersebut serta merasa kasihan terhadap para korban.

Sekarang uang tersebut sudah diberikan oleh Anwar kepada pihak kepolisian sebagai tambahan kompensasi bagi para jamaah yang terkena dampak akibat tidak dapat melakukan ibadah umroh.

Sayangnya, Anwar tidak bersedia menyebutkan jumlah dana yang dia terima.

Sadar akan kondisi saat ini, dengan perasaan khawatir, dana saku yang telah saya terima telah saya serahkan kepada aparat polisi agar dapat digunakan untuk mengembalikan para jamaah yang terkena dampak dan tidak mampu melakukan perjalanan.

"Bila jumlah uang saku tersebut bukan menjadi kewenangan saya untuk mengungkapkannya, tetapi saya telah serahkan sepenuhnya kepada aparat polisi," kata Anwar.

(Ants/Ifan)

Posting Komentar

0 Komentar