BUKITTINGGI (Ants.CO) - Rancangan pengerjaan Jalur Lalu Lintas Bukittinggi-Sicincin yang merupakan komponen dari Jalur Lalu Lintas Trans Sumatera (JTLS) pada jalur Pekanbaru-Padang semakin berkembang. Pemerintah telah memulai persiapan langkah selanjutnya dalam proyek ini, termasuk diskusi mengenai pembebasan tanah yang diperkirakan melewati beberapa kecamatan di Kabupaten Agam.
Topik ini muncul setelah Pemerintah Kota Bukittinggi bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Agam melakukan rapat koordinasi mengenai perkembangan proyek jalan tol Bukittinggi-Sicincin.
Poin utama dari rapat ini yaitu menyiapkan tahapan pembelian lahan yang kemungkinan akan terkena dampak dari proyek strategis nasional (PSN) yang dilaksanakan oleh PT Hutama Karya.
Pada minggu kedua bulan Juni tahun 2026, tahap awal pembahasan dilakukan dalam sebuah pertemuan koordinasi antara para pejabat pemerintahan setempat dan utusan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia di Aula Balai Kota Bukittinggi.
Hadiri rapat ini Bupati Agam Benni Warlis, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, Sekda Kabupaten Agam Muhammad Lutfi, Sekda Kota Bukittinggi Rismal Hadi, beserta beberapa utusan dari Kementerian PU. Antara lain Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Wisnu Priambodo dan Kepala Bagian Survey dan Pemetaan Kantor Wilayah PU Sumatra Barat M. Syahril.
Kepala Daerah Kabupaten Agam Benni Warlis menyampaikan bahwa pertemuan koordinasi ini merupakan tahap awal untuk mengevaluasi berbagai masalah serta kemungkinan dampak yang bisa timbul saat pelaksanaan proyek jalan tol.
Menurutnya, sebelum masuk ke tahap implementasi, ada empat langkah yang perlu dilewati. Di tahap pertama, pemerintah akan melaksanakan studi kelayakan atau pengkajian kemungkinan berhasilnya proyek, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL), dan pembuatan Dokumen Rencana Pengadaan Tanah (DRPT).
"Ini hanya langkah awal. Kami akan menyelaraskan pemahaman, menerima aspirasi, dan mencari jalan keluar untuk berbagai masalah yang mungkin muncul dalam proses pembangunan," kata Benni Warlis.
Dia menegaskan perlunya partisipasi semua pihak yang relevan dalam setiap tahap perencanaan sehingga harapan masyarakat bisa diwujudkan secara efektif, terutama untuk penduduk yang kemungkinan besar akan dipengaruhi oleh proyek ini.
Sejumlah wilayah di Kabupaten Agam yang diprediksi terkena dampak meliputi Kecamatan Sungai Pua, Candung, serta Banuhampu.
Oleh karena itu, Benni meminta semua pihak yang berkepentingan menggunakan forum koordinasi sebagai wadah untuk menemukan solusi terbaik guna kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
"Marilah kita memanfaatkan forum ini demi keuntungan bersama, bukan hanya kepentingan individu, agar tidak ada masyarakat atau kerabat dekat kita yang merasa dirugikan," ujarnya.
Di sisi lain, Walikota Bukittinggi Ramlan Nurmatias mengutarakan pendiriannya yang mendukung rencana pengembangan Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin.
Berdasarkan pendapat Ramlan, kedatangan jalan tol ini dipercaya akan meningkatkan keterhubungan antar daerah serta berperan sebagai penggerak perkembangan ekonomi warga di Provinsi Sumatra Barat.
"Jika proyek ini berdampak baik terhadap perekonomian rakyat, pasti kami dukung," tegas Ramlan.
Dia juga menyatakan bahwa seluruh tahapan pembelian serta pemberian tanah akan dijalankan sesuai peraturan yang berlaku. Pemerintah, ujarnya, akan menjaga kepentingan para pemilik tanah dan pelaku bisnis yang terkena dampak.
"Kami menginginkan proses pembangunan dapat berlangsung tanpa menyebabkan kerugian bagi para pemilik lahan maupun pengusaha yang terkena dampak," katanya dilansir dari posmetropadang.co.id (AntsGroup).
Dengan adanya kerja sama awal ini, pemerintah daerah dan pemerintah pusat berharap tahapan perencanaan pengembangan Jalan Tol Bukittinggi-Sicincin bisa berlangsung dengan baik, jelas, serta selalu memprioritaskan kebutuhan warga yang tinggal di wilayah terdampak proyek tersebut.(pry/egp/rpg)
0 Komentar