Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Nus mengatakan bahwa kegiatan ini dinamakan Nobar Kebangsaan. Acara akan digelar mulai dari laga pembuka hingga babak final dalam Piala Dunia yang berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026.
"Acara ini adalah salah satu bentuk kerja sama strategis antara Kementerian Pertahanan, TNI, dan TVRI untuk menciptakan rasa cinta tanah air, memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa, serta menumbuhkan rasa kekeluargaan lewat momen pertandingan sepak bola internasional," ujarnya dalam keterengan resmi pada hari Jumat (12/6).
Berdasarkan pendapat Nus, nonton bareng Piala Dunia 2026 tidak sekadar menjadi aktivitas hiburan bagi warga Indonesia, tetapi juga bertujuan agar acara ini dapat berdampak baik terhadap perekonomian wilayah dengan melibatkan pelaku UMKM yang ada di dekat tempat penyelenggaraan nonton bersama tersebut.
"Nobar Nasional akan diadakan oleh kesatuan-kesatuan TNI yang mencakup Kodam, Koarmada, Kodal, Kodau, Koopsus, Korem, Kodim, Lanal, Lanud, Koramil dan Posko," katanya.
Letnan Jendral TNI AD mengungkapkan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen TNI dalam menjalin hubungan serta komunikasi yang baik dengan rakyat lewat aktivitas yang bersifat pendidikan, partisipatif, dan memberi manfaat.
Dengan penyelenggaraan Nobar Nasional Piala Dunia 2026, kata Nus, diharapkan warga bisa lebih mempererat tali persaudaraan, meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa, serta menciptakan lingkungan yang damai, teratur, dan penuh kerja sama.
"TNI mengimbau seluruh lapisan masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam perayaan Piala Dunia 2026 sebagai kesempatan untuk meningkatkan persaudaraan serta memperkuat tali komunikasi antara TNI dengan warga," katanya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan para bawahannya mulai dari tingkat Mabes Polri, polda hingga polres untuk menyelenggarakan nonton bareng Piala Dunia 2026 yang akan ditayangkan langsung oleh TVRI. Sesuai dengan pandangan Sigit, antusiasme masyarakat yang begitu besar layak diberi wadah.
"Kami sebelumnya telah memutuskan, Polri akan berupaya memberikan dukungan kepada masyarakat yang ingin nonton bareng, dimulai dari kepala kantor pusat, propinsi, kabupaten hingga kecamatan di seluruh wilayah (Indonesia)," kata Sigit setelah menghadiri pertemuan dengan pemimpin TVRI di Markas Besar Polri pada hari Rabu (10/6).
Berdasarkan pendapat Sigit, gelaran Piala Dunia yang akan dimulai pada hari Kamis (11/6) menjadi hiburan bagi warga. Di samping itu, acara penting empat tahun sekali ini dipercaya dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi dengan membantu pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) wilayah setempat.
"Pastinya kolaborasi ini merupakan langkah yang sangat positif bagi lembaga Polri, khususnya menyambut Hari Bhayangkara. Kita siap mendukung segala sesuatu yang nantinya dibutuhkan, mulai dari izin hingga aktivitas pengamanan serta aspek-aspek penting lainnya," kata Sigit.
Pada waktu yang bersamaan, Dirut Pelaksana Sementara (PLS) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Tubagus Fiki Chikara Satari berharap positif bahwa kolaborasi dengan Kepolisian RI akan membawa manfaat untuk masyarakat. Tidak hanya dalam hal keamanan, tetapi juga perekonomian wilayah.
"Pastinya hal ini sangat menyenangkan, membuat kami semakin percaya diri tentang tugas TVRI yang tidak hanya sekadar siaran ajang Piala Dunia 2026, tetapi juga mampu membangkitkan perekonomian setempat," ujarnya.
0 Komentar