ASDP menghitung jumlah penumpang sebanyak 381.165 orang yang melakukan perjalanan menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi ke Pelabuhan Gilimanuk di Bali Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo menyebutkan bahwa jumlah tersebut merupakan kumpulan dari tanggal 15 hingga 30 Desember tahun 2025.
"Kemudahan perjalanan ini menyebabkan peningkatan kegiatan transportasi, termasuk mobil pribadi, sepeda motor, dan pengiriman barang," ujarnya dalam pernyataan resmi pada hari Rabu, 31 Desember 2025.
Namun demikian, data pada periode tersebut turun sebesar 4,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah kendaraan yang melintas meningkat sebanyak 1,1 persen menjadi 101.562 unit.
Di sisi lain, menurut Heru, jumlah penumpang yang berpergian dari Bali menuju Jawa tercatat sebanyak 374.347 orang, mengalami penurunan sebesar 4,4 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sedangkan total kendaraan meningkat sebesar 2,3 persen menjadi 106.476 unit.
Lalu lintas kendaraan yang berangkat dari Bali ke Jawa mengalami peningkatan, dengan mayoritas merupakan sepeda motor dan truk pengiriman barang. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau bekerja dari mana saja membuka kesempatan kepada masyarakat untuk merencanakan jadwal perjalanan dengan lebih fleksibel, sehingga distribusi lalu lintas tidak terkonsentrasi dalam satu periode waktu tertentu. "Tugas kami adalah menjaga agar semua layanan tetap berjalan maksimal meski ada perubahan-perubahan seperti ini," ujar Heru.
Menurut data Posko Pelabuhan Gilimanuk Pada tanggal 30 Desember 2025, pengunjung pada hari tersebut berjumlah sebanyak 27.826 orang, meningkat 6,4 persen jika dibandingkan dengan periode serupa di tahun sebelumnya. Jumlah kendaraan yang melintasi mencapai 8.350 unit, mengalami kenaikan sebesar 18,3 persen.
Angka peningkatan jumlah truk logistik sebesar 1.821 unit dengan pertumbuhan 34,6 persen. Sedangkan kendaraan bermotor dua roda tercatat sebanyak 3.798 unit dan mengalami kenaikan sebesar 24,6 persen.
Kepala Sekretaris Perusahaan ASDP Windy Andale menyebutkan bahwa pihak manajemen sudah mempersiapkan 55 perahu serta 17 pelabuhan guna menghadapi peningkatan jumlah lalu lintas pada masa mendatang. Keseluruhan persiapan ini didukung oleh tenaga operasional, yaitu masing-masing 350 petugas di Ketapang dan 250 petugas di Gilimanuk, beserta penggunaan sistem penundaan dan zona buffering di beberapa lokasi tertentu.
Di dermaga jenis ponton yang ada di Pelabuhan Ketapang saat ini belum berfungsi secara maksimal, tetapi masih memiliki status standby sebagai pelabuhan penunjang. Fasilitas ini tersedia untuk membantu proses pemuatan dan pembongkaran barang dari Gilimanuk ke Ketapang jika dibutuhkan, guna memastikan kelancaran lalu lintas serta fleksibilitas dalam operasi.
Dermaga ponton kami sediakan sebagai pilihan tambahan. Operasinya dilakukan sesuai dengan keadaan dan akan dimanfaatkan apabila kondisi di lokasi mengharuskan peningkatan efisiensi layanan," kata Windy.
ASDP melanjutkan kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan, serta Balai Pengelola Transportasi Darat, guna menjamin kelancaran dan keselamatan kegiatan penyeberangan dalam kondisi iklim yang mungkin berubah maupun situasi di lapangan yang terus berkembang.
0 Komentar