BeritaMusuh terakhir Khabib Nurmagomedov sebelum berhenti dari UFC, Justin Gaethje, menyatakan telah memiliki rencana untuk mengalahkan Ilia Topuria.
Justin Gaethje terus mengejar gelar juara kelas ringan meskipun mantan pesaingnya, Khabib Nurmagomedov, telah pensiun dari dunia pertandingan.
Petarung yang berusia 37 tahun memberikan ultimatum kepada UFC usai meraih kemenangan melawan Rafael Fiziev dalam ajang UFC 313.
Gaethje mengklaim bahwa ia hanya akan berlaga jika dalam pertandingan yang memperebutkan gelar.
UFC menerima permohonan atlet yang memiliki julukan The Highlight.
Pemegang gelar sementara kelas ringan akan menghadapi Paddy Pimblett dalam laga yang disiapkan bagi korban dari Khabib di UFC 254.
Penghargaan dalam pertandingan ini memberi kesempatan kepada pemenang untuk melawan juara asli kelas ringan, Ilia Topuria.
Berani memperlihatkan keyakinannya, Gaethje menyatakan mampu mengalahkan Pimblett dalam acara utama UFC 324 yang akan berlangsung di T-Mobile Arena, Nevada, tanggal 24 Januari mendatang.
Yang menjadi sorotan menganggap Ilia Topuria sebagai motivasi dalam pertandingan melawan Pimblett.
Gaethje mengatakan kepada News dari ESPN: 'Ilia, saya yakin akan kemampuan saya dalam meraih target, itu adalah hal yang harus saya yakini.'
Gaethje berkomitmen memperebutkan gelar kelas ringan serta menghancurkan ekspektasi fans terkait pertandingan antara Paddy melawan Topuria.
"Banyak kemungkinan yang dapat terjadi," katanya Gaethje.
Pernah kita lihat seorang juara sementara secara mendadak naik ke posisi juara, seperti (Tom) Aspinall. Mackenzie Dern juga berjuang untuk gelar sementara, kemudian tiba-tiba meraih gelar utama setelah (Zhang) Weili melepaskannya. Namun semuanya itu tidak bisa saya kontrol.
Saya harus menang, saya harus menghancurkan segalanya.
"Saya paham para penggemar mungkin ingin melihat Paddy bersama Ilia sebagaimana mereka menginginkan Tony (Ferguson) berduet dengan Khabib (Nurmagomedov), dan saya akan mempermainkan hal itu. Tugas saya adalah melakukan ini," katanya dengan tegas.
Meskipun demikian, Gaethje mengakui telah memiliki strategi untuk mengatasi Topuria.
Saya yakin dengan perasaan hati saya. Saya percaya pada kemampuan saya dalam mengukur jarak dan waktu serta selalu tiba tepat saatnya.
Sport ini benar-benar luar biasa. Segala sesuatu mungkin terjadi.
Ada alasan mengapa kita semua duduk di tepi kursi dalam setiap pertandingan karena segala sesuatu dapat terjadi kapan saja.
"Maka dari itu, yang penting adalah jangan melakukan kesalahan terhadap seseorang semacam ini," katanya.
Gaethje akan tetap waspada terhadap serangan berbahaya yang dilakukan oleh El Matador, panggilan nama Topuria.
Hindari mendapat serangan dari tangannya yang kanan." "Jangan pernah kena tendangannya dengan tangan sebelah kanan." "Bersiaplah menghadapi pukulannya yang berasal dari tangan kirinya." "Jangan biarkan dia menyerangmu dengan tangan kanannya." "Pastikan tidak tersentuh oleh pukulan tangan kanannya itu.
Hindari terkena tendakan tangannya." "Menghindari sambaran tangannya." "Bukan sampai tertangkap oleh tinju kirinya." "Avoid getting hit by his right hand." "Tidak boleh terkena pukulan dari tangannya.
Serangan hook kiri, kombinasi 2-3-nya merupakan salah satu kombinasi paling hebat yang pernah saya saksikan dalam cabang olahraga ini.
"Ini adalah tantangan yang menarik dan saya senang dengan rasa takut yang akan saya alami nantinya," tutupnya.
Topuria kini sedang menjalani masa istirahat akibat tuntutan keluarganya.
Legenda tersebut mungkin kembali berlaga di paruh kedua tahun 2026.
"Saya tidak akan berlaga pada babak perempat final tahun depan. Saat ini saya sedang menghadapi kesulitan dalam kehidupan pribadi saya," kata Topuria.
"Irinya ingin memperhatikan anak-anaknya dan menuntaskan masalah ini secepat mungkin," lanjutnya.
Oleh karena itu, UFC mengadakan laga gelar sementara antara Justin Gaethje dengan Paddy Pimblett.
Topuria mengungkapkan bahwa ia segera akan kembali memperebutkan gelar itu.
Aku tidak bermaksud mengganggu divisi tersebut." "Tidak ada niatanku untuk memperlambat divisi ini." "Tujuanku bukanlah menghalangi unit ini." "Saya berharap tidak menyulitkan divisi tersebut." "Saya tidak berniat membuat kesulitan bagi divisi ini.
"Pertandingan yang diperlukan akan diatur oleh UFC, dan secepatnya setelah masalah ini selesai, saya akan menyampaikan kepada UFC bahwa saya siap kembali," tegas Topuria.
0 Komentar