Ringkasan Berita:
- Ruben Onsu mengecam kegiatan livestream TikTok putrinya yang berusia 11 tahun di malam hari dikarenakan dikhawatirkan memengaruhi cara berpikir anak akibat adanya komentar dari netizen yang tidak difilter.
- Ruben memperingatkan Joe Octavianus (menantu Sarwendah) untuk tidak terlibat serta mengganggu dan menyebabkan jarak antara anak tersebut dengan ayah biologisnya.
- Konsultan hukum Minola Sebayang menyatakan bahwa lingkungan digital itu berisiko bagi anak-anak serta dapat mengundang respon yang tidak wajar dari anak kepada ayah mereka.
Ants Perhatian sengketa antara Ruben Onsu dengan Sarwendah sekarang beralih dari isu penghasilan menuju bidang pendidikan dan perlindungan anak dalam lingkungan virtual.
Baru-baru ini Ruben Onsu menunjukkan kekhawatirannya terkait perilaku putrinya yang berusia 11 tahun, yang sering melakukán live streaming di aplikasi TikTok saat malam hari.
Dengan mengunggah sepotong videonya melalui akun Instagram pribadi, @ruben_onsu, presenternya menunjukkan saat putranya berkomunikasi secara langsung dengan komentar dari para penonton.
Menurut Ruben, melepaskan anak yang belum cukup dewasa berinteraksi dengan dunia maya tanpa adanya pembatasan bisa menyebabkan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan pikirannya.
Saya sudah mengenal putra saya sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, menurut saya, membiarkan atau memberi kesempatan kepada anak-anak kecil untuk tampil secara langsung serta membaca komentar tanpa pengawasan setara dengan merusak pandangan, jiwa, dan cara berpikir mereka," tulis Ruben dalam kiriman media sosialnya.
Ruben juga menyakini bahwa tanggapan kaku putranya saat ditanyakan tentang ayahnya oleh pengguna internet disebabkan oleh lingkungan orang tua di sekelilingnya.
"Saya tidak mengerti apa yang telah didiskusikan sebelumnya, namun saya percaya respons dari putra saya bukanlah sesuatu yang timbul secara spontan. Tentu saja terdapat situasi, dampak, atau perspektif khusus yang telah melekat dalam pikirannya, yang menurut saya kurang positif," tulisnya.
Dengan jelas, Ruben mengingatkan Joe Octavianus, suami dari saudari Sarwendah, yang dianggap terlalu banyak mencampuri urusan serta memengaruhi hubungan antara ayah dan anak secara negatif.
Bagi @joeoctavianus, kamu juga merupakan seorang ayah. Silakan periksa lagi, apakah layak bagi seorang anak untuk berkata demikian? Kamu juga kerap menghasilkan konten bersama putra saya. Seharusnya kamu paham bahwa anak tersebut tetap memiliki ayah. Jangan sampai tampak seperti hanya kamu dan istrimu yang peduli pada putraku, sehingga nantinya pandangan baik putraku terhadap ayahnya bisa rusak.
Saya menyarankan agar kau lebih memperhatikan keluargamu dan anakmu sendiri. Mungkin memiliki anak tambahan bisa memberimu aktivitas baru serta membuatmu mengerti tentang cara mendidik anak-anak.
Dan jangan terus-menerus menyulitkan dirimu sendiri dengan merawat anakku.
"Karena apa yang saya lihat, pada akhirnya bukanlah menjaga, tetapi justru memiliki potensi untuk merusak dan menghancurkan hubungan serta pertumbuhan anak saya," ujar Ruben.
Pada penutup pernyataannya, Ruben meragukan kondisi pengasuhan yang dialami putranya sejak tinggal bersama ex-istri setelah perceraian mereka pada tahun 2024.
"Maka dari itu, video ini justru mengundang pertanyaan bagi saya: apakah saat ini anak saya benar-benar berada dalam lingkungan yang positif dan kondusif untuk berkembang?" ujarnya.
Pemahaman Hukum tentang Bahaya Ruang Umum Hak dan Tanggung Jawab dalam Penggunaan Tempat Umum Kewajiban hukum terkait risiko di area publik Tinjauan Legal mengenai Potensi Kerugian pada Ruangan Umum Eksplorasi Hukum Terhadap Dampak Negatif di Lokasi Umum Analisis Hak Atas Risiko yang Muncul dari Pemanfaatan Ruang Umum Peraturan Hukum Berkaitan dengan Ancaman di Area Keterbukaan Perspektif Hukum atas Tantangan yang Ada di Ruang Publik Mekanisme Hukum untuk Menangani Risiko di Tempat Umum Risiko Hukum Akibat Penggunaan Ruang Umum oleh Orang Lain
Wewenang hukum Ruben Onsu, yaitu Minola Sebayang, menyatakan bahwa protes klien mereka terkait aktivitas digital anak-anak telah diajukan secara dalam negeri sejak dulu, sebelum akhirnya menjadi perbincangan publik melalui media sosial.
"Maka sesungguhnya seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, yaitu bahwa jauh sebelum masalah ini membesar, kita sudah memberi tahu juga," kata Minola saat dimintai keterangan oleh media pada hari Rabu (10/6/2026), dilansir dari Tribunnews.com.
Minola menyampaikan bahwa inti dari protes Ruben berada pada jadwal penyiaran langsung dan partisipasi anak dalam aktivitas yang biasanya dilakukan oleh orang dewasa.
"Sebenarnya keluhan tersebut adalah ketidaksetujuan Ruben terhadap keterlibatan anak-anaknya dalam tayangan langsung yang dipandu oleh ibunya, terlebih jika hal ini sering kali berlangsung pada waktu malam hari," tambahnya.
Mengenai logika, anak kecil sebaiknya tidak terlibat dalam hal-hal semacam ini, pekerjaan seperti itu, atau tampil secara langsung di malam hari. Ini tidak sesuai untuk anak-anak.
Minola juga menyampaikan risiko jika anak-anak dibiarkan mengakses komentar pengguna internet langsung di platform media sosial yang bersifat tidak terkendali.
Bahkan jika kita melihat apa yang baru saja dijelaskan oleh Ruben, anak-anak ini diberi tugas untuk membaca komentar dan selanjutnya merespons komentar-komentar itu dalam siaran langsung tersebut.
Jadi, ini adalah hal yang menurut Ruben sebaiknya tidak dilakukan karena merupakan ruang umum.
"Saat streaming di TikTok, meskipun ada alasannya apapun, segalanya bisa menjadi topik yang ditanyakan oleh publik, benar seperti itu," katanya.
Selanjutnya, Minola memberikan contoh interaksi antara para penonton yang bertanya tentang keadaan Ruben Onsu kepada putranya di acara live streaming itu.
"Jadi, jika melihat apa yang dibagikan oleh Ruben Onsu, ternyata ada sejumlah warga atau pengguna internet yang saat mengikuti siaran langsung tersebut bertanya tentang keadaan ayahnya, apakah rindu atau tidak, ya seperti itu." kata dia.
Respon yang diberikan oleh anak dan candaan para orang dewasa di sekitarnya selama acara disiarkan dianggap mengganggu keharmonisan dalam rumah tangga.
Ya, tetapi dari respons anak tersebut ada sebuah komunikasi yang menyampaikan makna, yaitu 'jangan bertanya hal itu', benar begitu. Itulah masalahnya. Terlebih lagi jika kemudian terdengar suara seseorang dewasa yang mungkin berkata, ya, 'ini tidak penting', bukan begitu?
Nah, hal ini sering kali dijelaskan bahwa kondisi tersebut bukan merupakan lingkungan yang nyaman. Sebab, meskipun mungkin saja ada pertanyaan semacam itu mengenai ayahnya, apakah merindukannya atau tidak, sebagai seorang anak yang jujur dan belum terpengaruh oleh pemikiran maupun informasi apa pun, seharusnya ia menjawab bahwa ia rindu kepada ayahnya.
Begitu aneh jika seorang anak yang telah lama tidak berjumpa dengan ayahnya, tapi tidak merindukan atau menunjukkan emosi apapun juga.
"Maka itu tidak wajar bagi seorang anak yang belum dewasa, benar seperti itu," tambah Minola.
Penyebab Permasalahan Ruben Onsu dan Sarwendah Kronologi Isu yang Melibatkan Ruben Onsu dan Sarwendah Sumber Konflik antara Ruben Onsu dengan Sarwendah Perkembangan Terbaru tentang Masalah Ruben Onsu dan Sarwendah Alasan di Balik Tengkar Antara Ruben Onsu dan Sarwendah Tantangan dalam Hubungan Rumah Tangga Ruben Onsu dan Sarwendah Masalah yang Menghiasi Kehidupan Pribadi Ruben Onsu dan Sarwendah Sejarah Singkat Perselisihan antara Ruben Onsu dan Sarwendah Faktor-Faktor Penyebab Ketegangan Pasutri Ruben Onsu dan Sarwendah Informasi Tentang Sumber Perdebatan antara Ruben Onsu dan Sarwendah
Kehidupan hubungan antara Ruben Onsu dengan Sarwendah setelah bercerai pada tanggal 24 September 2024 dikabarkan sedang berada dalam kondisi yang tidak stabil.
Ruben sebelumnya menyatakan bahwa ia merasakan kesulitan dalam menemui dua anak perempuannya, yang saat ini hak asuhnya berada di tangan Sarwendah.
Menurut perjanjian perceraian, Ruben berhak untuk mengunjungi anaknya tiga kali setiap minggu.
Menanggapi pembatasan akses dalam pertemuan itu, Ruben pernah menunda pengiriman nafkah bulanan senilai Rp225 juta mulai akhir Desember 2026, yang selanjutnya menyebabkan protes dari pihak Sarwendah.
(*)
Buka berita lainnya di Google News
Ikut serta dan daftar ke saluran WhatsApp Ants
0 Komentar