Direktorat Tindak Pidana Siber (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya mengungkapkan bahwa mereka sudah menangani total 2.727 laporan kepolisian terkait kejahatan siber Sepanjang tahun 2025. Angka ini termasuk dalam total 4.271 pengaduan yang diterima mulai bulan Januari sampai Desember 2025.
Kepala Biro Investigasi Sibernas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Roberto Pasaribu mengatakan, penyelesaian kasus dibagi menjadi dua tingkatan unit kerja. "Total 2.727 pengaduan dikelola secara langsung oleh Ditressiber Polda Metro Jaya, sementara 1.544 laporan disampaikan kepada polsek bawahan untuk diproses lebih lanjut," kata Roberto dalam pernyataan akhir tahun di Polda Metro Jaya, Rabu, 31 Desember 2025.
Rincian Kasus
|
Terobosan Pengembalian Dana Korban
Salah satu pencapaian penting di tahun 2025 adalah keberhasilan pihak kepolisian dalam membantu pemulihan uang yang telah hilang ( recovery asset kepada korban dalam 424 kasus penipuan online Namun, Roberto menekankan bahwa faktor waktu sangat berpengaruh dalam proses laporan. "Pengembalian uang dapat segera dilakukan dengan baik jika korban membuat pengaduan dalam tempo kurang dari enam jam," katanya.
Polisi bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Pusat Pelaporan dan Analisis Keuangan (PPATK) sudah menciptakan pusat pengaduan terhadap kejahatan scam lewat situs web Metrojaya.id. Para korban bisa memberikan laporan tentang penipuan yang mereka alami. online Dengan mengisikan informasi pribadi, selanjutnya mereka akan melakukan panggilan video bersama petugas.
Bila pihak berwenang menemukan dana tersisa dalam rekening pengumpulan yang dimiliki terduga, tindakan blokir darurat akan langsung diambil guna mengurangi kerugian.
Walaupun sistem pengaduan sudah tersedia, menurut Roberto, kendala terbesar di lapangan berkaitan dengan psikologis para korban. Banyak korban hanya menyadari bahwa mereka menjadi bulan-bulanan penipuan setelah melalui periode berbahaya. "Secara umum, korban baru merasa ditipu setelah lebih dari 24 jam. Padahal, kesempatan untuk menjaga uang mereka masih sangat tinggi pada beberapa jam awalnya," jelasnya.
Untuk upaya pengurangan risiko dalam jangka panjang, Polda Metro Jaya aktif memberikan pendidikan tentang literasi digital. Selain menjalankan patroli siber untuk menemukan materi berbahaya, pihak kepolisian juga menyebarkan poster informasional secara luas lewat platform media sosial serta layanan pesan instan seperti WhatsApp dan Telegram agar meningkatkan kesadaran warga di dunia maya.
0 Komentar