Suasana Malam Tahun Baru di Pengungsian Tapsel Bersama Prabowo: Penuh Kebahagiaan!

INFORMASI KBB — Perayaan malam pergantian tahun di Posko Pengungsian Batu Hula, Desa Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, berjalan cukup sederhana tetapi memiliki arti yang mendalam. Ribuan penduduk yang terkena dampak bencana berkumpul dalam tenda tempat tinggal mereka, menghabiskan waktu dengan menyaksikan film bersama-sama dan menantikan pergantian tahun bersama Presiden RI Joko Widodo melalui kegiatan tayangan film.

Bagi para penyintas, kesempatan ini memberikan sedikit istirahat dari kelelahan dan ketakutan setelah bencana terjadi. Anak-anak berada di posisi paling muka, sedangkan orang tua duduk di baris belakang.

Siska, seorang penduduk dari Perkebunan Batang Toru, PTPN IV Regional I, menyatakan merasa haru karena kedatangan Prabowo di kawasan yang terkena dampak.

"Pertama kali saya benar-benar tersentuh, karena Pak Prabowo dapat hadir di Kabupaten Tapanuli Selatan untuk membantu desa-desa yang mengalami bencana," kata Siska.

Harapan kami, kehadiran Tuan Prabowo dapat membawa desa ini bangkit lagi serta menjadi sebuah desa yang berkembang, nyaman, dan sejahtera.

Tetapi di balik perasaan sedih, luka psikologis akibat bencana masih terus menghantui.

"Kendala yang saya khawatirkan adalah munculnya rasa traumatis akibat kejadian banjir besar itu. Saya juga merasa cemas karena seluruh anggota keluarga tinggal di tempat ini," kata Siska.

Namun, dia merasa keberadaan pemerintah dirasakan oleh penduduk di desanya.

Kondisinya sudah lebih baik. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, termasuk Pak Presiden Prabowo yang telah memberikan bantuan dana ke desa-desa yang tertimpa bencana.

Semangat juga muncul dari para anak-anak dan remaja yang menjadi pengungsi. Nayla, penduduk Padangsidimpuan, serta Artika Naysla Limbung asal Batu Hula tidak dapat menahan rasa senangnya dalam menyambut pergantian tahun di tempat penampungan.

"Senang. Sangat senang. Bahagia sekali," kata mereka secara bersamaan ketika ditanyakan tentang rasanya dapat merayakan Tahun Baru bersama Prabowo.

Berdasarkan pendapat Nayla dan Artika, dukungan dari pemerintah telah terlihat sejak permulaan kejadian bencana.

"Dimulai dari posko. Terdapat posko makanan, posko kesehatan, serta berbagai bentuk bantuan lainnya. Sejak awal peristiwa bencana, telah tiba berbagai macam bantuan dari luar negeri," ujar mereka.

Walaupun masih tinggal di tempat penampungan, keduanya tetap memiliki harapan yang besar terhadap masa depan.

"Bangun saja sekolah, untuk pendidikan. Sekolahnya harus cepat selesai karena banyak yang rusak," kata mereka, mewakili perwakilan pemuda yang terkena dampak bencana.

Begitu pula yang dikemukakan oleh Jaraimi Simamora, penduduk Batu Hula, yang pada malam tersebut juga berada di posko utama.

"Saya benar-benar bahagia. Orang pertama datang ke desa kami, Batu Hula," katanya.

Dia juga merasa percaya diri dapat menghadapi tahun baru bersama Prabowo. Ia juga merasa puas berada di tengah perayaan tahun baru dengan Prabowo. Bersyukur bisa memulai tahun baru bersama Prabowo adalah hal yang membuatnya bahagia. Keberuntungan untuk menyambut pergantian tahun bersama Prabowo menjadi sumber kebanggaannya.

“Bangga sekali. Sangat bangga.”

Jaraimi berharap dukungan pemerintah tetap diberikan sampai tahap pemulihan benar-benar tuntas.

"Semoga para pengungsi diberi bantuan hingga mereka memiliki rumah sendiri. Dan keperluan harian mereka juga," ujarnya.

Di sisi lain, Sutio Ulina, penduduk Batang Toru, mengatakan kedatangan Prabowo memberikan semangat kepada para korban bencana banjir.

"Saya sangat berbahagia melihat kedatangan Bapak Presiden di tempat ini untuk mengunjungi para pengungsi serta memberikan dukungan kepada warga yang menjadi korban banjir," katanya.

Dia juga menyampaikan pesan yang singkat.

Terimakasih telah memberikan dukungan kepada para korban banjir yang berada di sini.

Posting Komentar

0 Komentar